Thailand–Kamboja Teken Perjanjian Gencatan Senjata

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 28 Desember 2025 | 02:43 WIB
Ilustrasi bendera Kamboja dan Thailand. (SinPo.id/Indonesiadeefense)
Ilustrasi bendera Kamboja dan Thailand. (SinPo.id/Indonesiadeefense)

SinPo.id - Konflik Thailand dan Kamboja terkait klaim wilayah yang saling diperebutkan segera berakhir. Kedua negara ASEAN itu akhirnya menandatangani perjanjian gencatan senjata untuk menyudahi pertempuran yang telah berlangsung selama berminggu-minggu di sepanjang perbatasan. Perjanjian ini mulai berlaku pada Sabtu, 27 Desember 2025 waktu setempat.

Mengutip laporan AP News, kesepakatan itu ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Kamboja Tea Seiha dan Menteri Pertahanan Thailand Nattaphon Narkphanit di pos pemeriksaan perbatasan setelah terjadinya pembicaraan pejabat militer sebagai bagian dari Komite Perbatasan Umum yang berlangsung selama tiga hari.

Perjanjian menegaskan komitmen kedua negara pada gencatan senjata sebelumnya yang mengakhiri pertempuran selama lima hari pada Juli 2025 serta mencakup 16 langkah de-eskalasi. Selain itu, baik Thailand atau pun Kamboja sama-sama berjanji tidak akan melakukan pergerakan militer lebih lanjut maupun pelanggaran wilayah udara untuk tujuan militer.

Perjanjian juga mengatur, setelah gencatan senjata berlangsung selama 72 jam, Thailand akan memulangkan 18 tentara Kamboja yang ditahan sejak pertempuran pada Juli 2025. Pembebasan tentara yang menjadi tawanan ini merupakan tuntutan utama dari pihak Kamboja.

Sebelumnya, gencatan senjata dimediasi oleh Malaysia sebagai ketua ASEAN dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada awal Juli 2025, yang mengancam akan menahan hak istimewa perdagangan jika kedua negara di Asia Tenggaran ini tidak mencapai kesepakatan. Kesepakatan itu kemudian diformalkan lebih rinci dalam pertemuan regional di Malaysia pada Oktober 2025 yang dihadiri Trump.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI