Berkah Natal di Gereja Katedral, Penjual Souvenir Siap-siap Raup Cuan
SinPo.id - Perayaan Natal 2025 yang dihadiri jemaat Umat Katolik di Gereja Katedral, Jakarta, turut dirasakan kenikmatannya oleh pedagang kaki lima.
Pantauan SinPo.id di lokasi, pada Kamis, 25 Desember 2025, pukul 10.20 WIB, jemaat Umat Katolik bersama keluarga, para sahabat, maupun sendirian, terus berdatangan ke Katedral, Jakarta, untuk mengikuti Perayaan Natal 2025.
Jemaat tampak tertib antrian di pintu masuk Katedral yang dijaga oleh satpam dengan protektornya, dan beberapa aparat kepolisian, juga para Brimob berkeliling berjaga-jaga. Jemaat yang tidak mengikuti misa pagi, saat ini hadiruntuk bersiap-siap mengikuti Misa siang hingga sore.
Perayaan Natal di Gereja Katedral ini juga menjadi momentum bagi para penjual suvenir anak-anak, maupun aksesoris, di pinggir-pinggir jalan, untuk menjajakan dagangannya. Termasuk para sales yang menawarkan produk minuman segar mereka kepada jemaat yang sedang istirahat.
Rahmat (53), seorang penjual suvenir mengaku sudah hadir di Katedral sejak pagi. Adapun barang-barang yang dijajakan Rahmat yaitu balon untuk anak-anak dijual dengan harga Rp15 ribu, bando bermotif tanduk rusa seharga Rp25 ribu, serta kipas Rp10 ribu.
"Tiap tahun saya jualan di sini kalau lagi Natalan," kata Rahmat sambil menawarkan bando ke jemaat yang lewat.
Menurut Rahmat, penghasilan yang didapatkan dari pagi hingga malam bisa mencapai satu juta. Berbeda dari hari biasa, Rahmat maksimal mengantongi hasil dagang sebesar Rp300 ribu.
Kendati demikian, untuk saat ini ia mengaku baru terjual sekitar 30 buah barang dagangannya.
"Baru dikit, mas. Tapi, kalau sampai malam biasanya lumayan lah, sampe sejutaan. Kan jarang-jarang hasil jualan segede itu," ucapnya.
Mamdi (45), penjual kipas, dan mainan pedang-pedangan juga turut menyambut perayaan Natal di Katedral. Sebab, barang dagangannya cepat ludes dibeli oleh anak-anak dengan merengek kepada orang tuanya.
Dia menyampaikan, dagangannya kemungkinan akan cepat habis pada sore hari hingga malam. Jika habis semua, maka ia akan mengantongi hasil sekitar Rp500 ribuan.
"Kalau udah nangis, pasti dibeliin sama ayah atau ibunya. Sekarang kan masih pagi. Sorean lah mungkin habis. Lumayan lah hasilnya kalau nanti sampe malam," kata Mamdi.
