Home /

Legislator PKB: Natal 2025 Mempererat Persaudaraan dan Membawa Semangat Kebersamaan

Laporan: Juven Martua Sitompul
Kamis, 25 Desember 2025 | 07:41 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani (SinPo.id/Dok. PKB)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani (SinPo.id/Dok. PKB)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengucapkan selamat hari Natal 2025 bagi umat kristiani. Hari besar umat kristiani tahun ini diharap menjadi momentum bagi semua umat untuk merajut persatuan dan kesatuan.

"Saya atas nama Pimpinan Komisi X DPR RI mengucapkan Selamat Hari Natal 2025 kepada saudara-saudari umat Kristiani," kata Lalu saat dihubungi SinPo.id di Jakarta, Kamis, 25 Desember 2025.

Legislator dari Fraksi PKB ini mengatakan Natal nasional 2025 yang mengusung tema 'Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga' diharap dapat membawa kedamaian bagi semua umat.

"Sesuai tema perayaan Natal 2025 kali ini, yaitu 'Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga', semoga perayaan Natal membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keharmonisan dalam keluarga," katanya.

Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB) ini juga berharap Natal tahun ini dapat mempererat persaudaraan. Paling penting, gotong royong di tengah kondisi dan situasi negara yang sulit sekalipun.

"Mempererat persaudaraan dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya, Pastor Kepala Gereja Katedral Jakarta, Romo Hani Rudi Hartoko mengungkapkan tema Natal 2025 menegaskan kehadiran Allah yang menyelamatkan keluarga.

Tema ini merupakan pesan bersama Konferensi Wali-gereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

"Tema Natal 2025 adalah ‘Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga’, yang terinspirasi dari Injil Matius 1:21–24," kata Romo Hani beberapa waktu lalu.

Romo Hani menjelaskan tema tersebut menjadi pengingat, peristiwa Natal tidak dapat dipisahkan dari konteks keluarga. Sebab, Yesus Kristus lahir dan hadir di tengah sebuah keluarga.

Kehadiran Yesus dalam keluarga diharapkan menginspirasi keluarga-keluarga di Indonesia untuk menjadikan rumah sebagai tempat mengalami kehadiran Tuhan secara nyata.

"Menjadikan keluarga sebagai tempat di mana kehadiran Tuhan dialami bersama-sama mendengarkan sabda Tuhan lalu mewujudkan kasih dalam semangat persaudaraan dan bela rasa kepedulian kepada sesama," kata Romo Hani.

Dia menyatakan kasih dan belarasa, terutama ditujukan kepada mereka yang menderita, miskin, dan tersingkir, sebagai wujud kepedulian konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Romo Hani menilai pesan Natal 2025 sangat relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini, ketika banyak keluarga menghadapi berbagai persoalan dan kesulitan hidup.

Oleh karena itu, Natal menjadi momentum keprihatinan sekaligus doa agar keluarga-keluarga dapat mengalami damai dan sejahtera dalam kehidupan mereka.

"Bukan hanya damai, tetapi juga sejahtera. Kesejahteraan inilah yang menjadi harapan bersama dan disimbolkan dalam sosok bayi Yesus," ujar dia.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI