Arus Mudik Nataru, ASDP Catat 32.533 Penumpang Tinggalkan Jawa Menuju Sumatra

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 24 Desember 2025 | 09:40 WIB
Ilustrasi kapal Ferry mengangkut kendaraan. (SinPo.id/dok. ASDP)
Ilustrasi kapal Ferry mengangkut kendaraan. (SinPo.id/dok. ASDP)

SinPo.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat sebanyak 32.533 penumpang dan 7.131 unit kendaraan telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatra, seiring puncak arus berangkat perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pergerakan tersebut masih terpantau relatif terkendali menjelang lonjakan yang diperkirakan terjadi dalam dua hari ke depan.

"ASDP memastika seluruh kesiapan operasional untuk menjaga layanan penyeberangan tetap aman, tertib, dan lancar, kami mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik," kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangannya, Sabtu, 24 Desember 2025. 

Heru menyampaikan, kesiapan layanan Nataru dilakukan secara terpadu dengan seluruh pemangku kepentingan. ASDP berperan memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dan kelancaran layanan, sementara pengaturan operasional dan jadwal kapal dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan regulator.

"Kami terus berkoordinasi secara intens dengan BPTD selaku regulator serta operator kapal untuk memastikan pengaturan jadwal dan operasional kapal berjalan optimal sesuai kebutuhan lalu lintas penyeberangan. Kami juga mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan sudah bertiket sebelum berangkat, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket," ujar Heru.

Dalam mendukung kelancaran penyeberangan dari Jawa ke Sumatra, ASDP memastikan kesiapan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung, sehingga operasional kapal yang dijadwalkan oleh regulator dan dijalankan operator dapat berjalan efektif. 

Pada kondisi normal, operasional kapal berlangsung sesuai penugasan, dan saat kepadatan meningkat dilakukan penyesuaian jumlah kapal yang beroperasi dengan kapasitas layanan hingga sekitar 31.039 kendaraan kecil per hari, guna menekan potensi antrean di pelabuhan.

Pengaturan operasional tersebut dilaksanakan secara dinamis berdasarkan kondisi lapangan, evaluasi posko, serta keputusan regulator bersama operator kapal. 

Dari sisi layanan, ASDP juga memperkuat fasilitas pendukung, antara lain layanan Express II, penyediaan customer service 24 jam, penambahan toilet portable, serta optimalisasi penerangan dan pasokan listrik di area pelabuhan, demi meningkatkan kenyamanan pengguna jasa.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas menuju pelabuhan, ASDP bersama kepolisian menerapkan delaying system di sejumlah buffer zone seperti Rest Area KM 43 dan KM 68, guna menjaga kelancaran arus kendaraan menuju kawasan pelabuhan.

ASDP turut mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi pelayaran. "Pengguna jasa diimbau untuk mengikuti arahan petugas, memantau informasi resmi, dan menyesuaikan waktu perjalanan demi keselamatan bersama," kata Heru. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI