Kemenpora Evaluasi Cabor Gagal Target SEA Games 2025, Peringkat FIFA Indonesia Masih Tertahan di Posisi 122
SinPo.id - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap cabang olahraga (cabor) yang gagal memenuhi target pada ajang SEA Games Thailand 2025. Evaluasi tersebut berpotensi disertai sanksi, termasuk bagi cabor yang tidak mencapai sasaran medali yang telah ditetapkan.
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, mengatakan pihaknya saat ini tengah menggelar rapat evaluasi internal sebelum menentukan bentuk penghargaan maupun hukuman bagi masing-masing cabor.
“Kami sudah petakan ada beberapa cabor yang memang tidak sesuai dengan target, ada yang sesuai, bahkan ada juga yang melebihi target. Nanti tentu ada penghargaan dan pasti ada hukuman,” ujar Surono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Surono tidak menutup kemungkinan cabang olahraga sepak bola turut masuk dalam daftar evaluasi. Pasalnya, tim sepak bola Indonesia gagal memenuhi target meraih medali perak setelah tersingkir sebelum babak semifinal di SEA Games 2025.
“Semua cabang kami evaluasi secara keseluruhan, termasuk sepak bola,” tegasnya.
Meski demikian, secara umum performa kontingen Indonesia di SEA Games 2025 dinilai cukup positif. Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir dengan torehan 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Raihan tersebut melampaui target Kemenpora sebanyak 80 emas dan menjadi perolehan emas terbanyak ketiga Indonesia saat tampil sebagai non-tuan rumah SEA Games.
Di sisi lain, performa sepak bola Indonesia di level internasional juga belum menunjukkan lonjakan signifikan. Berdasarkan rilis terbaru FIFA yang diperbarui pada Senin, Indonesia tetap bertahan di peringkat ke-122 dunia dengan total 1.144,73 poin. Posisi ini tidak berubah sejak pembaruan terakhir pada 17 Oktober 2025.
Sepanjang 2025, peringkat terbaik Indonesia tercatat di posisi ke-118 pada Juli, sementara peringkat terburuk berada di urutan ke-123 pada April.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih menempati posisi keempat terbaik, berada di bawah Thailand (96), Vietnam (107), dan Malaysia (121). Sementara itu, Filipina, Singapura, Myanmar, Kamboja, Brunei Darussalam, Laos, dan Timor Leste berada di bawah Indonesia dalam daftar peringkat FIFA.
Secara global, posisi puncak peringkat FIFA masih dikuasai Spanyol, disusul Argentina, Prancis, Inggris, dan Brasil. Tidak ada perubahan signifikan di jajaran 10 besar dunia, dengan pergeseran baru terjadi mulai peringkat ke-34 yang kini ditempati Aljazair.
Evaluasi Kemenpora terhadap hasil SEA Games dan stagnasi peringkat FIFA ini diharapkan menjadi momentum pembenahan serius demi meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di level regional maupun internasional.

