Pemprov DKI Kurasi 22 Pedagang Kuliner di Teras Lenteng Agung
SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyeleksi pedagang yang akan menempati kios kuliner di Teras Lenteng Agung (Teras LA), Jakarta Selatan. Kurasi dilakukan untuk memastikan kualitas produk dan kesiapan usaha sebelum kawasan ruang publik tematik itu dioperasikan secara penuh.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan proses kurasi dilakukan terhadap pedagang calon penghuni kios di Blok A dan Blok E Teras LA. Penilaian meliputi, kata dia, yakni kualitas produk, higienitas, kesiapan sarana usaha, hingga komitmen terhadap tata tertib kawasan.
“Kami memastikan pedagang binaan yang beraktivitas di ruang publik unggulan merupakan pelaku usaha yang berkualitas, baik dari sisi produk maupun proses produksinya, serta memiliki komitmen menjaga konsistensi usaha,” kata Ratu di Jakarta, Sabtu, 20 Desember 2025.
Adapun sebanyak 22 calon pedagang kuliner mengikuti proses kurasi yang digelar pada Rabu, 17 Desember. Menurutnya, seluruh peserta dinyatakan lolos dengan kategori penilaian “baik” dan diberikan kesempatan uji coba berdagang selama satu bulan.
Ratu menjelaskan, masa uji coba itu menjadi tahap evaluasi lanjutan sebelum pedagang memperoleh Surat Keterangan Berdagang Tetap.
“Setelah satu bulan, kami akan menilai kembali konsistensi pedagang dalam memenuhi seluruh aspek yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ratu menyebutkan jumlah pelaku usaha binaan program Jakarta Entrepreneur saat ini telah mencapai lebih dari 416 ribu unit. Karena itu, ruang usaha terbuka seperti Teras LA dinilai memiliki tingkat persaingan tinggi.
“Kurasi dan evaluasi menjadi penting agar ruang pemasaran ini bisa dirasakan secara adil oleh banyak UMKM,” kata dia.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, Teras LA yang berlokasi di Lenteng Agung dikembangkan sebagai ruang terbuka publik sekaligus destinasi wisata tematik. Selain aktivitas kuliner, kata Ratu, Dinas PPKUKM juga menyiapkan berbagai kegiatan untuk menarik kunjungan masyarakat.
“Kami terus menggiatkan aktivasi kawasan melalui kegiatan seni dan olahraga. Semakin ramai kawasan ini, semakin besar perputaran ekonomi yang tercipta,” tandasnya.
