Home /

Titiek Soeharto: Tantangan Teknis Sektor Pertanian Butuh Dukungan Anggaran yang Tepat

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 24 November 2025 | 16:58 WIB
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), mengatakan tantangan teknis di sektor pertanian membutuhkan dukungan anggaran yang tepat dan pelaksanaan yang fleksibel di lapangan. 

Menurutnya kebijakan efisiensi hingga pemblokiran anggaran dapat berdampak langsung terhadap output pertanian, mulai dari cetak sawah, optimasi lahan, penyaluran benih, hingga penyediaan alat dan mesin pertanian.

“Kebijakan efisiensi atau blokir tentu memiliki implikasi langsung terhadap output di lapangan. Karena itu harus dikelola dengan perencanaan serta eksekusi yang presisi,” kata Titiek, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 24 November 2025.

Oleh sebab itu, pihaknya menekankan setiap program yang terdampak efisiensi tetap wajib dievaluasi secara komprehensif agar dapat diperbaiki pada tahun mendatang.

Titiek pun meminta anggaran Kementerian Pertanian yang telah ditetapkan sebesar Rp40,145 triliun untuk tahun 2026 dapat berbasis prioritas, sinkronisasi data, mitigasi risiko program, serta kesiapan teknis di lapangan, agar berdampak langsung terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

“Anggaran sebesar itu harus disusun dengan pendekatan yang adaptif terhadap tantangan, dan harus memberikan dampak nyata terhadap produksi pangan dan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Kemudian, Komisi IV DPR RI meminta agar prioritas Presiden mengenai swasembada pangan benar-benar tercermin dalam anggaran dan program yang disusun kementan untuk tahun 2026. 

Sementara fokus anggaran diarahkan pada peningkatan produksi padi, jagung, komoditas strategis lainnya, serta penyediaan sarana-prasarana, irigasi, pembenihan, dan penyuluhan. 

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI