Banjir Bandang Melanda Vietnam, Puluhan Orang Tewas
SinPo.id - Setidaknya 90 orang tewas dan 12 orang dinyatakan hilang di Vietnam setelah banjir yang diakibatkan hujan deras melanda sebagian besar wilayah di negara tersebut, hingga memicu tanah longsor, dan memutus aliran listrik ke ratusan ribu rumah.
Data pemerintah Vietnam mencatat lebih dari 235.000 rumah terendam banjir di seluruh negeri, dan sekitar 80.000 hektar lahan pertanian rusak. Para pejabat memperkirakan kerugian ekonomi mencapai hingga £270 juta di lima provinsi yang terdampak parah, yakni di Quang Ngai, Gia Lai, Dak Lak, Khanh Hoa, dan Lam Dong.
Adapun wilayah yang terdampak paling parah yakni provinsi pegunungan Dak Lak, dimana 60 orang dilaporkan tewas di wilayah tersebut. Bahkan puluhan ribu rumah terendam di sana setelah sungai meluap dan tanggul meluap, dan curah hujan melebihi 1,9 m di beberapa lokasi.
“Lingkungan kami hancur total. Tidak ada yang tersisa. Semuanya tertutup lumpur. Saya pikir kami akan mati karena tidak ada jalan keluar,” kata Mach Van Si, seorang petani berusia 61 tahun di Dak Lak, yang terjebak di atap rumah mereka saat banjir melanda. Dilansir dari The Independent, Senin, 24 November 2025.
Unit militer, polisi, dan angkatan laut telah dikerahkan di wilayah selatan dan tengah untuk melakukan penyelamatan dan mengirimkan bantuan. Helikopter digunakan untuk menjatuhkan pasokan melalui udara ke masyarakat yang terisolasi.
Sementara itu, Perdana Menteri Vietnam, Phạm Minh Chính, memimpin rapat darurat jarak jauh dari KTT G20 di Afrika Selatan, untuk menginstruksikan otoritas provinsi agar mempercepat perbaikan dan memastikan penduduk yang mengungsi mendapatkan tempat tinggal baru sebelum Tahun Baru Imlek di akhir Januari.
Ia pun memerintahkan bantuan langsung sebesar 500 miliar dong Vietnam (£16 juta) untuk Dak Lak, dengan dana tambahan untuk Lam Dong, Gia Lai, dan Khanh Hoa.
Bahkan tim penyelamat harus membawa makanan dan air minum ke rumah sakit yang terendam banjir di Provinsi Binh Dinh, tempat staf medis dan pasien bertahan hidup selama berhari-hari hanya dengan mi instan.

