Legislator Soroti Keterbatasan SDM Terampil di Sektor Industri MRO Pesawat
SinPo.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti keterbatasan sumber daya manusia (SDM) terampil di sektor industry Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat.
Menurutnya, tantangan tenaga teknis bersertifikat menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya pengembangan industri MRO nasional.
Karena selain infrastruktur hanggar dan fasilitas teknis, ia menegaskan bahwa ketersediaan tenaga ahli menjadi faktor krusial yang menentukan kualitas dan kapasitas layanan MRO dalam negeri.
“Tidak hanya infrastruktur hanggar, tetapi juga sumber daya manusia. Tadi masih ada kesulitan terkait SDM yang memiliki kompetensi atau keterampilan untuk maintenance pesawat. Ini tentu menjadi kendala,” kata Bambang, dalam keterangan persnya, dikutip Jumat, 23 November 2025.
Terlebih, kebutuhan teknisi MRO terus meningkat seiring bertambahnya jumlah armada penerbangan nasional dan tingginya permintaan perawatan pesawat.
Namun, kata Bambang, jumlah tenaga teknis bersertifikasi masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan industri yang berkembang pesat tersebut.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah, terutama Kementerian Perindustrian, untuk memberikan perhatian serius melalui penguatan pendidikan vokasi dan program pelatihan khusus di bidang penerbangan.
Sementara Komisi VII DPR siap mendorong penguatan kebijakan pengembangan SDM industri berteknologi tinggi, termasuk sektor MRO, agar Indonesia mampu bersaing secara global dan mengurangi ketergantungan pada tenaga ahli luar negeri.
“Ini perlu adanya perhatian dari pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, untuk membuat pendidikan yang khusus terkait penerbangan dan maintenance pesawat," katanya menambahkan.

