Home /

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Pelaku Pembunuhan Nakes di Papua

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 22 November 2025 | 22:16 WIB
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani (SinPo.id/Dok.Polri)
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani (SinPo.id/Dok.Polri)

SinPo.id - Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Keerom berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) Maam Taplo, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XV Ngalum Kupel, pada Sabtu, 22 November 2025, sekitar pukul 12.20 WIT di kawasan Arso Swakarsa, Kabupaten Keerom.

Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan personel. Maam Taplo masuk dalam DPO berdasarkan DPO nomor DPO/22/X/2021/Dit Reskrimum dan Laporan Polisi Nomor LP/17/IX/2021/Papua/Res Peg Bintang. Pelaku ditangkap terkait aksi brutalnya terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Kiwirok pada 13 September 2021.

"Penangkapan ini merupakan langkah penting dalam menegakkan hukum dan memberikan keadilan bagi para korban," kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, dikutip dari laman resmi Polri.

Faizal menjelaskan, Maam Taplo diketahui terlibat langsung dalam sejumlah tindakan kekerasan dan penyerangan, termasuk pembunuhan dan penganiayaan berat terhadap nakes di Kiwirok, serta pembakaran fasilitas umum di Kiwirok.

Beberapa gedung yang dibakar antara lain Bank Papua, Puskesmas, Pasar, Perumahan Puskesmas, dan Kantor Distrik.

Ia juga terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan lainnya seperti penembakan di Lapangan Terbang Kiwirok, penembakan terhadap Pos Brimob Resimen III dan personel Satgas Kodim Yonif 431/SSP Pos Okbibab, serta kontak tembak dengan personel Yonif PR 431/SSP di Pos Kiwirok yang menyebabkan Prada Beryl Kholif A.R meninggal dunia.

Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga menegaskan, operasi akan terus dilanjutkan untuk mengejar anggota KKB lainnya.

"Kami terus memantau pergerakan jaringan KKB dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga. Penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan akan dilakukan tanpa kompromi," kata Adarma.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI