Menteri PU Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Membersihkan Sungai

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 21 November 2025 | 18:05 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo dan Gubernur DKI Pramono menggelar kegiatan Susur Sungai Ciliwung. (SinPo.id/ Dok. KemenPU)
Menteri PU Dody Hanggodo dan Gubernur DKI Pramono menggelar kegiatan Susur Sungai Ciliwung. (SinPo.id/ Dok. KemenPU)

SinPo.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, sungai bukan sekadar aliran air, melainkan ruang hidup masyarakat yang harus dijaga dan dipulihkan. Karena itu, kolaborasi untuk membersihkan aliran sungai dari sampah-sampah yang menganggu, sangat penting dilakukan. 

"Kegiatan Bersih dan Sehat Bersama Sungai ini mungkin terlihat sederhana, tetapi mengandung makna yang sangat besar. Sungai adalah ruang hidup, ruang interaksi sosial, dan ruang pendidikan lingkungan bagi generasi mendatang," ujar Dody dalam acara Susur Sungai Ciliwung bertajuk "Bersih dan Sehat Bersama Sungai" di Jakarta, Jumat, 21 November 2025. 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dody, yang didampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, bersama unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas sungai, dan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung. 

Dody menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan tata kelola air yang terpadu sesuai amanat UU No. 17 Tahun 2019 yang membingkai 3 pilar besar di bidang pengelolaan sumber daya air. Diantaranya, konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air. 

"Ketiga pilar itu tidak dapat berdiri sendiri. Pengelolaannya harus dilakukan secara lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, komunitas, hingga masyarakat," tegasnya. 

Dody menyampaikan, kegiatan ini juga merupakan awal dari gerakan nasional susur sungai yang akan dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari peringatan Hari Bakti PU ke-80.

"Melalui kegiatan ini, Kementerian PU ingin mengajak seluruh pihak untuk lebih mengenal kondisi sungai, memahami pentingnya menjaga kebersihan, dan menumbuhkan komitmen menjaga kelestariannya. Merawat sungai adalah merawat kehidupan. Ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, bahwa pengelolaan air termasuk normalisasi sungai harus dilakukan untuk memastikan air tidak lagi menjadi sumber bencana, tetapi menjadi sumber produktivitas masyarakat," tukasnya. 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan terkait penanganan sungai, khususnya di Ciliwung dan Krukut. Saat ini, Pemprov DKI telah memulai pembebasan lahan untuk melanjutkan normalisasi Sungai Ciliwung. 

"Pembebasan lahan sudah dimulai dan mudah-mudahan awal tahun depan bisa kita lanjutkan bersama. Pembebasan lahan dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta, sementara pembangunan tanggul dilakukan oleh Kementerian PU. Dengan sinergi kerja sama ini, saya yakin akan membuat Sungai Ciliwung menjadi lebih baik dan lebih bersih," kata Pramono.

Selain Ciliwung, Pemprov DKI juga akan memulai normalisasi Kali Krukut sepanjang 1,3 km untuk mengatasi banjir di kawasan Kemang dan sekitarnya. 

"Kalau tidak dilakukan, kawasan Kemang dan sekitarnya akan terus banjir. Kami sudah melaporkan kepada Bapak Menteri dan akan segera memulai. Sungai Pesanggrahan dan beberapa sungai lain juga terus kami rawat dan keruk, terutama dalam menghadapi siaga banjir hingga Februari," ujarnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI