Lewat Bootcamp, Kemenkraf Harap Karya Sineas dan Animator Makin Komersial
SinPo.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI menggelar rangkaian program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Subsektor Film dan Animasi: Bootcamp Distribusi dan Promosi pada 21-23 November 2025. Program ini untuk rangka memperkuat kapasitas sineas muda dan animator, dalam memperluas akses distribusi serta promosi karya mereka dalam maupun luar negeri.
"Ini tujuannya adalah sebenarnya scale up. Jadi talenta-talenta yang sudah bisa kita scale up. Jadi kita nggak mendidik dari nol ke bisa, tapi dari bisa menjadi scale up untuk ngapain untuk bisa bersaing," kata Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif RI Agustini Rahayu usai membuka acara di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta, Jumat, 21 November 2025
Adapun para peserta dalam program ini, sudah melalui kurasi, dari 61 menjadi 35 karya yang terpilih dari seluruh daerah Indonesia. Ayu menyampaikan, lewat program AKTIF ini, diharapkan para sineas maupun animator mampu mengkomersialisasi produknya untuk menjadi penghasilan dari kreatifitasnya. Karena program AKTIF ini mendorong hilirisasi dan akselerasi karya kreatif agar tidak berhenti diruang ekspresi, tapi menjadi produk kreatif bernilai ekonomi dan dikenal secara global.
Menurut Ayu, Indonesia bukan kekurangan talenta di dunia kreatif, namun terkadang terkendala di promosi atau pemasarannya. Untuk itu, di bootcamp ini mereka akan mendapatkan wawasan tentang promosi dan distribusi.
"Nah, solusinya itu antara lain tadi. Bootcamp, terus kemudian melaksanakan akselerasi kreatif. Ini mencari talenta-talenta yang sudah punya produksi tapi gimana produksinya ini bisa dibukakan akses distribusi dan komersialisasi yang lebih," ujarnya.
Ayu juga memastikan, setelah mengikuti Bootcamp, para peserta juga akan tetap dibina oleh Kemenkraf, bukan ditinggal begitu saja.
"Tetap digandeng. Jadi kita itu tidak ingin lagi melaksanakan program yang hit and run. Biasanya orang bikin program, udah aja event. Saya bilang pokoknya nggak mau ya ada program yang cuma sekali bikin, habis itu udah kelar aja gitu. Jangan gitu. Tapi berkelanjutan. Jadi sustainable program yang kita lakukan, " kata dia.

