Pertumbuhan Media di Era Digital Semakin Perkokoh Pilar Demokrasi RI

Laporan: Bayu Primanda
Jumat, 21 November 2025 | 11:30 WIB
Seminar Jurnalistik Universitas Binus (Sinpo.id/Tim Media)
Seminar Jurnalistik Universitas Binus (Sinpo.id/Tim Media)

SinPo.id -  Indonesia kini tengah menghadapi fenomena derasnya arus informasi di era digital. Bagai dua sisi mata uang, fenomena ini menawarkan makin mudahnya akses informasi oleh publik, namun juga sekaligus menjadi ancaman serius terkait dengan diinformasi, misinformasi, malinformasi bahkan manipulasi opini yang berdampak pada kualitas demokrasi.

Peran media di era digital terhadap demokrasi ini menjadi pembahasan dalam seminar jurnalistik dengan topik “The Role of Media in the Digital Age: Pilars of Democracy and Agents of Democratization,” yang digelar di Universitas Bina Nusantara Jakarta, Kamis, 20 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Pemimpin Redaksi Sinpo TV Ferdi Setiawan menyatakan pertumbuhan media digital di Indonesia seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan indeks demokrasi di tanah air, karena makin mudahnya publik untuk menyampaikan suara atau pendapat melalui kanal-kanal digital yang bersifat interaktif atau dua arah.

Meski demikian, media di era digital harus adaptif dengan tetap menjaga kualitas berita atau informasi yang disampaikan ke publik.

“Di era sekarang orang bebas menyampaikan pendapat dan opininya melalui kanal atau platform digital seiring dengan pesatnya pertumbuhan media digital di Indonesia, namun tetap saja insan pers atau media harus berpedoman pada UU Pers, agar pengelolaan dan penyampaian informasi tetap memenuhi kaidah-kaidah jurnalistik dan bisa dipertanggungjawabkan. Ya, menjamurnya kanal kanal digital di negeri ini, adalah keniscayaan imbas dari perkembangan zaman, olehkarenanya harus bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pilar demokrasi di Indonesia.” ujar Ferdi Setiawan dalam pemaparannya.

Dalam kesempatan yang sama, Jurnalis senior Tempo Bambang Harymurti mengatakan lahirnya teknologi digital membuat setiap warga yang memiliki akses di handphone dapat membuat media sendiri.

Hal tersebut menjadi potensi yang sangat baik bagi kehidupan demokrasi, jika pemahaman masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya mematuhi Kode Etik Jurnalistik tinggi.

“Kebebasan pers yang bertumpu pada Kode Etik Jurnalistik adalah ibarat air bersih sebagai keperluan mendasar bagi kehidupan sistem demokrasi yang berkualitas” tegas Bambang Harymurti.

Besarnya jumlah media digital seiring dengan tingginya penggunaan internet yang sangat pesat. Masyarakat kini lebih sering mengonsumsi berita lewat perangkat elektronik karena lebih praktis dan gratis.                                                      
Melalui seminar ini, wakil pemimpin redaksi Sinpo TV Ferdi Setiawan dan jurnalis senior Tempo TV Bambang Harymurti mengajak generasi muda untuk selalu peka dan peduli terhadap segala hal isu publik dengan selalu mengupdate berita.

Pentingnya literasi media bagi generasi muda sebagai garda terdepan dalam menyaring informasi di tengah perubahan cepat lanskap digital. Dengan demikian ini akan memperkaya pengetahuan, mendorong pemikiran kritis, serta memperkuat komitmen generasi Z khususnya mahasiswa untuk berperan aktif menjaga kualitas demokrasi di era digital.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI