Legislator: Kasus Perundungan di Sekolah Terjadi karena Nilai Dasar Pendidikan Tidak Jalan
SinPo.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, mengatakan munculnya kasus perundungan dan kekerasan di sekolah dikarenakan nilai dasar pendidikan tidak dijalankan secara optimal oleh semua satuan pendidikan, baik formal, informal maupun non-formal.
Menurutnya, penguatan implementasi tujuan pendidikan nasional sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik sangat penting. Terutama terkait potensi peserta didik, pendidikan keagamaan, akhlak mulia, dan kesehatan mental.
“Hal lain yang sangat mendasar yang harus kita ingat kembali dan kita perlu melakukan reinforcement itu adalah menguatkan kembali implementasi dari tujuan pendidikan nasional," kata Kurniasih, dalam keterangan persnya, dikutip Jumat, 21 November 2025.
Menurutnya, pendidikan tak boleh hanya berpusat pada nilai akademis, tetapi juga harus mendukung perkembangan diri secara utuh. Sehingga pengembangan potensi peserta didik harus menjadi prioritas, karena setiap siswa memiliki kesempatan untuk tumbuh sesuai bakat dan minatnya.
Selain itu, kata Kurniasih, pendidikan nasional harus memuat nilai dasar yang seharusnya menjadi benteng utama pencegahan perundungan, yaitu penguatan keimanan dan ketakwaan. Sehingga tindakan negatif di lingkungan sekolah seharusnya tidak lagi terjadi.
“Kemudian keyword yang lebih mendasar lagi adalah keyword tentang keimanan dan ketakwaan dari tujuan pendidikan nasional. Keimanan dan ketakwaan ini kalau diimplementasikan dengan maksimal dan optimal harusnya tidak ada kejadian perundungan dan tindakan-tindakan negatif yang lainnya itu harusnya tidak ada," ungkapnya.
Kemudian, pendidikan akhlak mulia disebut menjadi bagian yang tidak kalah penting karena hal itu merupakan output yang harus melekat pada setiap lulusan pendidikan di Indonesia, sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas kekerasan.
"Ketika anak memiliki akhlak mulia, insya Allah kasus perundungan ini akan terhindarkan, akan bisa dicegah,” tuturnya.
Terakhir, pihaknya menekankan pentingnya memperhatikan aspek kesehatan, tidak hanya fisik tetapi juga psikologis dan mental anak. Ia menilai proses pendidikan harus mampu membantu anak tumbuh dengan mentalitas positif.

