Legislator Tekankan Pentingnya Pembenahan Data Pangan Nasional untuk Atasi Inflasi
SinPo.id - Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris, menekankan pentingnya pembenahan data pangan nasional agar lebih akurat dan terukur dalam mengendalikan inflasi pangan di sejumlah daerah.
Menurutnya, akar persoalan inflasi pangan tidak hanya pada produksi dan distribusi, tetapi juga pada kualitas data yang menjadi rujukan pemerintah. Karena masih terdapat ketidaksesuaian antara data surplus pangan dan harga komoditas yang justru meningkat.
“Data produktivitas pangan sering tidak akurat. Misalnya beras disebut surplus, tetapi harga di beberapa daerah tetap tinggi. Cabai merah naik, tomat naik, telur naik. Ini menunjukkan ada masalah pada data atau distribusi,” kata Andi, dalam keterangan persnya, Senin, 17 November 2025.
Ia pun menegaskan bahwa perbaikan data dan komunikasi antarlembaga harus menjadi fokus utama pemerintah agar data produksi pangan nasional sinkron.
“Intinya, data harus akurat dan terdistribusi dengan baik. Komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah juga perlu diperkuat. TPID harus punya data yang sama, supaya kebijakan inflasi bisa tepat,” tegasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti temuan tersebut melalui pembahasan dengan kementerian terkait, Bank Indonesia, hingga pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan berbasis data yang valid dan berpihak pada masyarakat.

