Pengurus Kopdes Magang di Kopontren, Wamenkop: Supaya Saat Operasional Berjalan Baik
SinPo.id -
Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah menilai, Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat dan pusat pemberdayaan masyarakat. Caranya yaitu, Kopontren bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
"Sinergi ini diperlukan untuk memastikan agar Kopontren dapat menjadi tempat pemagangan bagi pengurus Kopdes Merah Putih agar saat beroperasi dapat berjalan dengan baik," kata Farida dalam Pemberdayaan Masyarakat di Pondok Pesantren Matholi'ul Anwar, Lamongan, Jawa Timur, dikutip Sabtu, 15 November 2025.
Farida menjelaskan, saat ini Kemenkop memulai menjalankan program pemagangan 500 Kopdes Merah Putih ke koperasi-koperasi yang aktif dan sehat termasuk kepada Kopontren.
"Tiga koperasi pesantren menjadi tempat magang kita, termasuk Koperasi Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan," ujarnya
Menurut dia, dengan berdirinya 80.000 unit Kopdes Merah Putih, menjadikan tugas dan tanggung jawab Kemenkop untuk melakukan pendampingan terhadap eksistensi koperasi semakin besar.
Karena, pendampingan terhadap ribuan koperasi tersebut tidak mungkin dilakukan pemerintah sendiri sehingga memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Kopontren.
"Pada faktanya, pondok pesantren itu mampu mengkonsolidasi dan menjadikan lembaga koperasi berdaya serta bermanfaat bagi pesantren maupun masyarakat sekitarnya," tegasnya.
Lebih lanjut, Farida mengapresiasi pondok pesantren yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Pelibatan pondok pesantren dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi tidak sekedar teori melainkan sebagai wujud nyata sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pesantren.
"Ini adalah ajang untuk mendorong kemajuan ekonomi umat, dan kita yakin pesantren mampu dan pasti bisa melaksanakan itu," ujarnya.
Farida menegaskan, pondok pesantren bukan hanya lembaga dakwah dan pendidikan, tetapi memiliki tanggung jawab menyiapkan santri dengan jiwa wirausaha. Dan, sudah banyak contoh nyata pondok pesantren mampu mengembangkan dan memberdayakan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi ekonomi di wilayahnya.
"Santri masa kini tidak hanya dituntut berdakwah di mimbar, tetapi juga harus mampu menjadi entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja," tukasnya.

