Atasi Kekerasan di Sekolah, Legislator Minta Tim Khusus Jaga Keamanan dan Inklusivitas

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 13 November 2025 | 10:41 WIB
Rapat Paripurna DPR RI. (Ashar/SinPo.id)
Rapat Paripurna DPR RI. (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menekankan pentingnya tim khusus yang bertanggung jawab atas keamanan dan inklusivitas lingkungan belajar, untuk mengatasi perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan intoleransi.

Ia menegaskan, setiap kasus harus ditangani secara cepat dan transparan. Namun, sekolah juga diminta untuk bekerja sama dengan psikolog, konselor, serta lembaga perlindungan anak dalam menyediakan layanan pendampingan dan rehabilitasi.

“Budaya diam terhadap kekerasan harus diakhiri. Sekolah tidak boleh menjadi tempat yang melindungi pelaku dan mengorbankan korban. Setiap anak berhak merasa aman, didengar, dan dilindungi,” kata Kurniasih, dalam keterangan persnya, Kamis, 13 November 2025.

Pihaknya juga menegaskan perlunya keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bebas kekerasan dan intoleransi. Karena menurutnya, pendidikan karakter harus menjadi gerakan sosial bersama.

“Pemerintah, guru, orang tua, tokoh agama, dan media harus satu suara melawan kekerasan dan intoleransi. Anak-anak meniru dari apa yang mereka lihat dan dengar. Kalau orang dewasa memberi teladan kebencian, maka sekolah tidak akan pernah aman,” imbuhnya.

Terakhir, Kurniasih menyoroti pentingnya evaluasi berkala terhadap kebijakan sekolah aman dan inklusif. Ia juga mendorong adanya audit independen untuk menilai sejauh mana kebijakan anti-bullying dan anti-kekerasan dijalankan secara nyata. 

Kemudian, hasil dari audit tersebut harus dipublikasikan secara transparan agar publik dapat menilai kemajuan dan mendorong akuntabilitas lembaga pendidikan.

“Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan seremonial atau kampanye singkat. Diperlukan perubahan budaya yang mendalam dan berkelanjutan. Kita harus berani membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan kasih sayang, rasa aman, dan penghargaan terhadap perbedaan,” tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI