Stunting 2024 Turun Jadi 19,8 Persen, Gibran: Ini Berkat Kerja Kolaboratif
SinPo.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai, berkurangnya jumlah anak yang mengalami stunting nasional 2024 sebanyak 357 ribu atau sekitar 19,8 persen, turun dibanding 2023 sebesar 21,5 persen, sebagai bentuk keberhasilan kerja kolaboratif semua pihak. Terlebih, ini juga diikuti dengan penurunan angka balita kekurangan gizi, balita kelebihan berat badan, dan ibu hamil anemia.
"Alhamdulillah atas arahan bapak Presiden, kita berhasil menekan angka prevalensi stunting di 2024 menjadi 19,8 persen atau turun sebesar 357.000 anak dibandingkan tahun 2023. Ini angkanya di bawah atau lebih baik dari proyeksi Bapenas yaitu 20,1 persen," ujar Gibran dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu, 12 November 2025.
Namun, menurut Gibran, tantangan ke depan masih besar. Karena, Presiden Prabowo Subianto menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14,2 persen pada 2029. Untuk mencapai itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor serta konsistensi program intervensi gizi fi setiap daerah.
Gibran menjelaskan, berdasarkan data Kemenkes, terdapat 12 provinsi yang prevalensi stuntingnya berada di bawah angka nasional. Dan Jawa Barat merupakan daerah dengan penurunan stunting terbesar.
"Kalau kita lihat data dari Kemenkes, Jawa Barat ini adalah penurunan prevalensi dengan sangat signifikan. Turun sebesar 5,8 persen," ucapnya.
Kendati demikian, sebagai provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbanyak, Jawa Barat masih memiliki pekerjaan rumah (PR) 15,9 persen untuk menekan lagi angka stunting. Upaya penurunan stunting, termasuk untuk seluruh wilayah di ini, Indonesia harus dilakukan bersama-sama.
"Ini kerja keroyokan. Semua harus turun tangan agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan kuat," tukasnya.

