Anak-anak di Gaza Telah Kembali ke Sekolah Setelah Dua Tahun Perang
SinPo.id - Anak-anak di Gaza telah mulai kembali ke sekolah setelah melalui dua tahun perang dahsyat yang dilancarkan Israel terhadap rakyat Palestina, yang sangat mengganggu pendidikan di Jalur Gaza.
"Sekitar 30.000 siswa telah kembali belajar tatap muka di sekolah-sekolah yang dikelola UNRWA," kata Adnan Abu Hasna, juru bicara Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Rabu, 12 November 2025.
Namun berdasarkan laporan dari Jurnalis Gaza, Mohammad Rabah, sistem pendidikan di Gaza saat ini menghadapi kondisi yang sangat sulit. Dari ratusan sekolah di wilayah tersebut, banyak yang hancur total atau sebagian.
Sekolah-sekolah lainnya bahkan telah dialihfungsikan menjadi tempat penampungan bagi keluarga-keluarga pengungsi. Sehingga dibagi antara penggunaan pendidikan dan perumahan darurat.
Beberapa ruang kelas digunakan untuk mengajar, sementara sebagian besar berfungsi sebagai tempat tinggal bagi mereka yang mengungsi.
Kemudian infrastruktur pendidikan juga kekurangan sumber daya yang paling mendasar. Ruang kelas penuh sesak melebihi kapasitas, tempat duduk terbatas, pintu dan jendela pecah, dan buku pelajaran tidak tersedia sepenuhnya. Banyak siswa terpaksa duduk di lantai selama pelajaran.
Siswa-siswa lainnya bersekolah di sekolah-sekolah yang dikelola oleh berbagai organisasi amal, dan sekolah-sekolah swasta yang memungut biaya sekolah mulai bermunculan. Pasalnya, sekolah negeri masih ditutup.
Sementara itu, menurut statistik Kementerian Pendidikan, sekitar 674.000 siswa telah kehilangan kesempatan belajar tatap muka sejak dimulainya serangan pada 7 Oktober 2023 hingga Juli 2025.
Selama periode ini, 17.175 siswa gugur, 26.264 terluka, 928 guru dan staf administrasi kehilangan nyawa, dan lebih dari 4.400 terluka. Sebanyak 144 sekolah hancur total, sedangkan 165 sekolah lainnya mengalami kerusakan sebagian.
