Presiden Prabowo Ingin Karang Taruna dan Pramuka Aktif Kembali Bangun Kepedulian Sosial

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 10 November 2025 | 09:10 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi (SinPo.id/Tim Media)
Mensesneg Prasetyo Hadi (SinPo.id/Tim Media)

SinPo.id - Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya membangkitkan kembali budaya kepedulian sosial di masyarakat melalui pengaktifan peran Karang Taruna, Pramuka, serta komunitas pendidikan di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi di kediaman Presiden, Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Minggu, 9 November 2025 usai rapat terbatas.

“Kita perlu menumbuhkan kembali kepedulian sosial, menghidupkan kembali kehidupan bermasyarakat kita. Karang taruna harus aktif kembali, Pramuka harus aktif kembali,” ujar Prasetyo dikutip Senin, 10 November 2025.

Prasetyo menjelaskan, dalam rapat tersebut Prabowo memberikan arahan agar guru serta tenaga pendidik lebih waspada terhadap perilaku dan potensi ancaman di lingkungan sekolah. Hal ini dianggap penting untuk mencegah berbagai tindakan berisiko, serta meminta kementerian terkait untuk mempelajari lebih jauh dampak game online terhadap perilaku generasi muda.

“Beliau tadi menyampaikan bahwa kita harus berpikir untuk membatasi dan mencari jalan keluar terhadap pengaruh dari game online,” ujarnya.

Prasetyo mencontohkan game dengan konten kekerasan yang mudah dipelajari oleh anak-anak, termasuk jenis-jenis permainan yang menormalisasi penggunaan senjata.

“Jadi perlu ada pembatasan. Di situ jenis-jenis senjata mudah sekali dipelajari, dan ini bisa lebih berbahaya. Secara psikologis, mereka yang terbiasa melakukan kekerasan (di dalam game) bisa menganggap hal itu sebagai sesuatu yang biasa,” sambung Prasetyo.

Prasetyo menegaskan juga bahwa masalah bullying menjadi faktor penting perhatian Presiden, mengingat perilaku tersebut kerap terjadi di lingkungan sekolah dan memerlukan tindakan edukatif serta pencegahan sejak dini.

Pras pun memastikan Prabowo akan terus membuka ruang dialog dengan berbagai pihak untuk memperkuat kebijakan sosial, pendidikan, dan keamanan nasional.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI