Prabowo Pertimbangkan Pembatasan Game Online usai Ledakan di SMA 72 Jakarta, Soroti Pengaruh PUBG dan Bullying

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 10 November 2025 | 06:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto  (Ashar/Foto:BiroSetpres/SinPo.id)
Presiden Prabowo Subianto (Ashar/Foto:BiroSetpres/SinPo.id)

SinPo.id -  Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan adanya pembatasan terhadap permainan daring (game online)setelah insiden ledakan yang mengguncang SMA Negeri 72 Jakarta, Jumat 7 November 2025

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden di kediaman Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu malam.

“Beliau tadi menyampaikan bahwa kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba mencari jalan keluar terhadap pengaruh-pengaruh dari game online,” kata Prasetyo kepada wartawan.

Menurutnya, Presiden menyoroti dampak negatif permainan daring yang berpotensi memengaruhi psikologis generasi muda, terutama gim dengan unsur kekerasan seperti PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG).

“Misalnya contoh PUBG, di situ kan jenis-jenis senjata mudah sekali dipelajari. Ini bisa memengaruhi psikologis pemain, membuat kekerasan jadi hal yang dianggap biasa,” ujarnya.

Selain pengaruh gim daring, pemerintah juga menyoroti tindakan perundungan (bullying) yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Prasetyo menegaskan pentingnya peran guru dan tenaga pendidik untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku siswa.

“Kalau di lingkungan sekolah, para guru harus lebih aware manakala ada sesuatu yang mencurigakan,” ucapnya.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan perlunya menghidupkan kembali kegiatan sosial seperti Karang Taruna dan Pramuka untuk menumbuhkan rasa kepedulian di kalangan pelajar.

“Beliau juga membahas bagaimana Karang Taruna harus aktif kembali, Pramuka harus aktif kembali, agar kepedulian sosial tumbuh lagi di masyarakat,” tambah Prasetyo.

Kronologi Ledakan di SMA 72 Jakarta

Insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, yang terletak di kompleks Kodamar TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara, terjadi sekitar pukul 12.15 WIB saat siswa dan guru tengah melaksanakan salat Jumat di masjid sekolah.

Letusan pertama terdengar ketika khotbah berlangsung, disusul ledakan kedua dari arah berbeda. Peristiwa itu menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah dan menyebabkan sejumlah korban mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan.

Dari hasil investigasi awal, pelaku diduga salah satu siswa sekolah tersebut yang sebelumnya mengalami perundungan. Polisi juga menemukan benda mirip senjata airsoft gun dan revolver mainan di lokasi kejadian.

Pemerintah kini tengah menelusuri faktor-faktor penyebab, termasuk kemungkinan pengaruh gim daring dan masalah sosial di sekolah, sebagai langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI