Ketua MPR Minta Polisi Ungkap Motif Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Laporan: Juven Martua Sitompul
Jumat, 07 November 2025 | 22:45 WIB
Ketua MPR RI Ahmad Muzani meminta kajian kebijakan komprehensif untuk para Menteri Kabinet Merah Putih membantu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto (Ashar/SinPo.id)
Ketua MPR RI Ahmad Muzani meminta kajian kebijakan komprehensif untuk para Menteri Kabinet Merah Putih membantu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Ketua MPR RI Ahmad Muzani meminta aparat kepolisian segera mengungkap motif dari ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dia menilai insiden itu harus ditangani secara serius jika ditemukan unsur teror apalagi berkaitan dengan jaringan terorisme.

"Kalau kejadian ini bagian dari teror, apalagi mengarah pada teroris, ini sesuatu yang sangat serius. Dan menjadi warning bagi kita semua," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 7 November 2025.

Namun, jika ledakan tersebut murni insiden atau kecelakaan, Muzani menilai tetap perlu ada evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kalau kejadian ini adalah kejadian insiden, kecelakaan, saya kira ini juga menjadi pelajaran kita. Kenapa hal itu bisa sampai terjadi di tengah-tengah dunia pendidikan kita," katanya.

"Karena ini mengancam keselamatan banyak nyawa, dan telah mengibatkan banyak korban luka, yang itu bisa terjadi kepada siapa saja," timpalnya.

Lebih jauh, Muzani menekankan pentingnya menjaga rasa aman dan damai di masyarakat. Untuk itu, pihak kepolisian segera menyelesaikan pengusutan dari ledakan tersebut. 

"Keamanan dan ketenangan dalam kehidupan kita harus tetap terjamin sepanjang masa, supaya kehidupan kita tetap tenang dan rukun, kata Muzani.

Di samping dari itu, Muzani menyampaikan keprihatinannya atas ledakan tersebut. Apalagi, terdapat korban luka-luka dari insiden itu. 

"Ya, ini saya kira kejadian yang sangat mengejutkan, tapi juga sangat memperhatinkan. Karena kejadian ini terjadi di tengah-tengah dunia pendidikan. Kejadian yang sangat mengagetkan kita," kata Muzani.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI