BPS: Indeks Pembangunan Manusia Jakarta Tertinggi Nasional 2025, Capai 85,05
SinPo.id - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi DKI Jakarta tahun 2025 mencapai 85,05. Angka ini menjadi yang tertinggi di Indonesia dan masuk kategori sangat tinggi karena berada di atas nilai 80.
“IPM tahun 2025 masuk dalam kategori sangat tinggi, yaitu nilainya di atas atau sama dengan 80, dan merupakan yang tertinggi di Indonesia,” kata Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, di Jakarta, Rabu, 5 November 2025.
Menurut Nurul, nilai tersebut tumbuh 1,07 persen atau meningkat 0,9 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 84,15. Dia menjelaskan, peningkatan itu ditopang oleh tiga indikator utama, yakni umur harapan hidup, pendidikan, dan pengeluaran riil per kapita.
"Umur harapan hidup warga Jakarta tercatat 76,27 tahun, lebih tinggi dari rata-rata nasional 74,47 tahun. Rata-rata lama sekolah penduduk Ibu Kota mencapai 11,59 tahun, sementara harapan lama sekolah 13,8 tahun, keduanya juga lebih tinggi dibandingkan nasional, masing-masing 9,07 dan 13,3 tahun," ungkap dia.
Sementara itu, kata dia, indikator pengeluaran riil per kapita per tahun juga menunjukkan capaian tertinggi nasional, yakni Rp20,67 juta, jauh di atas rata-rata Indonesia Rp12,8 juta.
“Di Jakarta, lebih tinggi pengeluaran riilnya, dan kenaikannya pun meningkat di Rp723 ribu, tumbuh 3,62 persen, lebih tinggi dari kenaikan di nasional dengan kenaikannya Rp461 ribu,” ujar Nurul.
BPS DKI mencatat, lanjutnya, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan IPM tertinggi di antara lima kota dan satu kabupaten, mencapai 88,51, disusul Jakarta Timur (85,51), Jakarta Barat (85,18), Jakarta Pusat (84,45), Jakarta Utara (83,12), dan Kepulauan Seribu (77,52).
Dia mengungkapkan, secara nasional, IPM Indonesia tahun 2025 berada di angka 75,90, naik 0,88 poin dari tahun sebelumnya. Selain Jakarta, hanya dua provinsi lain yang masuk kategori sangat tinggi, yakni D.I. Yogyakarta (82,48) dan Kepulauan Riau (80,53).
"BPS DKI juga mencatat kenaikan IPM tertinggi terjadi di Provinsi Jawa Barat dengan kenaikan 0,98 poin, sementara kenaikan terendah di Papua Tengah, hanya 0,39 poin," tandasnya.

