Menlu Sugiono: Kejahatan Transnasional Jadi Sorotan Utama di KTT ASEAN Kuala Lumpur

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 29 Oktober 2025 | 02:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Malaysia (Ashar/Foto-Cahyo-BiroPers/SinPo.id)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Malaysia (Ashar/Foto-Cahyo-BiroPers/SinPo.id)

SinPo.id -  Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa isu kejahatan transnasional menjadi salah satu pembahasan utama dalam KTT ke-47 ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26–28 Oktober 2025.

“Isu penting yang dibahas adalah penanganan kejahatan transnasional. Indonesia bukan satu-satunya korban, banyak warga negara anggota lain mengalami hal serupa,” ujar Sugiono usai penutupan KTT di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Selasa 28 Oktober 2025.

Sugiono menjelaskan, seluruh negara anggota ASEAN sepakat menindaklanjuti isu tersebut secara kolektif, dengan meningkatkan koordinasi lintas batas dan memperkuat sistem kerja sama hukum serta keamanan regional.

Selain isu kejahatan transnasional, KTT ke-47 ASEAN juga menandai bergabungnya Timor-Leste sebagai anggota penuh ke-11, sebuah langkah bersejarah dalam memperluas keluarga besar ASEAN.

KTT tahun ini juga menekankan pentingnya sentralitas ASEAN yang tidak hanya sebatas slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja sama konkret di bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, dan keamanan.

Dalam konteks ekonomi, para pemimpin ASEAN sepakat memperkuat rantai pasok antarnegara untuk mengurangi ketergantungan pada satu negara dan memaksimalkan potensi masing-masing anggota.

“Pertukaran budaya, pelajar, dan mahasiswa juga diharapkan semakin meningkat di antara anggota ASEAN,” tambah Sugiono.

KTT turut membahas situasi politik di Myanmar, yang berencana menggelar pemilu pada Desember mendatang. ASEAN menekankan agar pemilu tersebut bersifat inklusif dan melibatkan sebanyak mungkin pemangku kepentingan agar hasilnya legitimate.

“Siapapun yang terpilih, gencatan senjata dan perdamaian harus terjadi, sehingga Myanmar bisa kembali beraktivitas normal di tingkat regional maupun global,” tegas Sugiono.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, ASEAN juga menggelar KTT dengan mitra dialog seperti Korea Selatan, Jepang, Selandia Baru, Australia, dan Amerika Serikat, serta pertemuan puncak Asia Timur untuk memperkuat sentralitas dan institusionalitas ASEAN dalam menjalin kemitraan strategis di kawasan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI