Home /

Presiden Madagaskar Dimakzulkan, Angkatan Bersenjata Akan Ambil Alih Kekuasaan

Laporan: Galuh Ratnatika
Rabu, 15 Oktober 2025 | 11:15 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/AFP)
Ilustrasi. (SinPo.id/AFP)

SinPo.id - Seorang kolonel di unit militer elit di Madagaskar, Michael Randrianirina mengatakan, angkatan bersenjata akan mengambil alih kekuasaan di negara Afrika timur tersebut.

Pengumuman itu muncul setelah parlemen Madagaskar memberikan suara untuk memakzulkan Presiden Andry Rajoelina, yang telah melarikan diri dari negara itu karena pemberontakan yang dilakukan oleh tentara.

"Militer akan membentuk dewan yang terdiri dari perwira dari angkatan darat dan pasukan penegak hukum gendarmerie," kata Kolonel Randrianirina, dilansir dari ABC News, Rabu, 15 Oktober 2025.

Ia bahkan mengumumkan bahwa Madagaskar akan dipimpin oleh seorang pemimpin militer hingga dua tahun, setelah sebelumnya mengatakan akan membentuk pemerintahan sipil.

"Periode perombakan akan berlangsung maksimal dua tahun," ungkapnya.

"Selama periode ini, referendum akan diadakan untuk menetapkan konstitusi baru, diikuti oleh pemilihan umum untuk secara bertahap membentuk lembaga-lembaga baru," imbuh Randrianirina.

Adapun intervensi militer tersebut menandai berakhirnya tujuh tahun masa jabatan Rajoelina sebagai presiden. Hal itu terjadi setelah Rajoelina membubarkan Majelis Nasional yang memperdalam krisis politik di negara itu.

"Rajoelina mengeluarkan dekrit agar Majelis Nasional segera dibubarkan," menurut sebuah pernyataan yang diunggah di laman Facebook kepresidenan Madagaskar.

Hingga kini, keberadaan presiden masih belum diketahui setelah unit militer elit yang bergabung dengan massa anti-pemerintah menyerukan agar ia mundur dalam upaya kudeta.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI