Legislator PAN Minta Wacana Perbaikan Ponpes Al Khoziny Pakai APBN Dikaji Ulang

Laporan: Juven Martua Sitompul
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 20:14 WIB
Reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo Jatim (SinPo.id/Instagram)
Reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo Jatim (SinPo.id/Instagram)

SinPo.id - Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Ashabul Kahfi meminta pemerintah mengkaji ulang wacana perbaikan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Dia meminta pemerintah hati-hati dalam menggunakan APBN. Pemerintah juga harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk aspek legalitas, urgensi, keadilan, maupun kebutuhan masyarakat luas lainnya dalam memutuskan penggunaan APBN untuk perbaikan Ponpes tersebut.

"Terkait penggunaan APBN, prinsip dasarnya adalah setiap alokasi anggaran negara harus mengacu pada aturan dan mekanisme yang jelas, transparan, serta memiliki dasar hukum yang kuat," kata Ashabul dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini mendorong penggunaan APBN dilakukan secara akuntabel dan proporsional. Dia bahkan menyinggung penggunaan APBN juga harus mempertimbangkan rasa keadilan di masyarakat.

"Kami di DPR RI pada prinsipnya selalu mendorong agar penggunaan APBN dilakukan secara akuntabel, proporsional, dan sesuai prioritas. Jika memang terdapat alternatif sumber pendanaan lain, seperti dana tanggap darurat atau skema bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, itu tentu perlu dipertimbangkan agar tidak menimbulkan persepsi ketidakadilan di masyarakat," ujar dia.

Ashabul menekankan DPR RI bukan dalam posisi menolak atau menyetujui. Namun, dia ingin APBN betul-betul digunakan sesuai dengan prosedur dan dasar hukum yang kuat.

"Jadi posisi kami bukan serta merta menolak atau menyetujui, tetapi memastikan bahwa setiap penggunaan APBN dilakukan sesuai prosedur, memiliki dasar hukum yang kuat dan benar-benar menyentuh kepentingan publik secara luas," tegasnya.

Di sisi lain, Ashabul mengaku prihatin atas ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny yang menewaskan puluhan korban jiwa. Menurutnya, pemerintah memang harus mengambil langkah cepat dan terukur terkait insiden tersebut.

"Kita semua tentu sangat prihatin atas peristiwa yang terjadi di Ponpes Al Khoziny. Ini adalah musibah yang menyangkut keselamatan jiwa dan masa depan para santri sehingga penanganannya memang membutuhkan langkah cepat dan terukur dari pemerintah," tegasnya.

Sebelumnya, rencana perbaikan gedung Ponpes Al-Khoziny yang ambruk pada 29 September 2025 menggunakan APBN diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Dia menyebut untuk sementara dana perbaikan ponpes akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Namun, dia mengatakan tak menutup kemungkinan dana tersebut diperoleh dari pihak swasta.

"Insyaallah cuma dari APBN ya. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti kita juga ada bantuan dari swasta kita pasti bantu. Cuma sementara waktu dari APBN," kata Dody beberapa waktu lalu.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI