Era Digital, Gubernur DKI:Pejabat Tak Bisa Lagi Sembunyi dari Mata Publik
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menyoroti kekuatan pengawasan publik di era digital, menyusul viralnya video mobil dinas berpelat merah yang menerobos jalur Transjakarta di koridor 13, Rabu pagi, 24 September 2025.
“Eranya sudah era digital. Sehingga orang dengan sangat gampang untuk mengetahui,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis, 25 September 2025.
Menurut Pramono, pelanggaran semacam itu, terutama oleh kendaraan berpelat merah—tak lagi bisa ditutup-tutupi. Warga, kata dia, kini menjadi “mata-mata” yang sangat efektif dalam menegakkan etika berlalu lintas pejabat publik.
“Dan ini pasti di-bully-lah oleh publik,” ujarnya.
Dia menegaskan, Pemprov DKI tidak akan mentolerir penyalahgunaan fasilitas publik oleh siapa pun, termasuk aparat pemerintah. Menurut dia, jika identitas kendaraan tersebut sudah diketahui, pihaknya tidak akan ragu memberikan tindakan tegas.
“Sekarang ini, sudah tidak boleh semena-mena. Misalnya menggunakan 'tot tat tot tot', menggunakan jalur busway, dan sebagainya,” kata dia.
Pramono menambahkan, viralnya peristiwa semacam ini harus menjadi peringatan bagi para pejabat dan pengemudi kendaraan dinas untuk tidak merasa kebal aturan.
“Saya berdoa, mudah-mudahan yang menggunakan pelat merah itu ketahuan,” kata Pramono.
Sebagai informasi, kendaraan dinas semoat terekam kamera tengah menerobos jalur Transjakarta dekat Halte Kebayoran.

