Menko Perekonomian: Kesepakatan IEU-CEPA Game Changer Pertumbuhan Ekonomi Nasional
SinPo.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis, perdagangan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) akan menjadi game changer bagi pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global. Karena, Indonesia-Uni Eropa berkomitmen untuk melaksanakan perjanjian yang memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM, serta masyarakat di kedua belah pihak.
Hal itu disampaikan Airlangga usai Penandatanganan dan Pengumuman Bersama tentang Kesepakatan Substansial IEU-CEPA dengan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maroš Šefčovič.
"Presiden Republika Indonesia, Bapak Prabowo Subianto berharap hal ini dapat menjadi game changer bagi pasar global. Ketika Indonesia dan Uni Eropa bekerja sama mengembangkan pasar, saya yakin kita dapat membawa skala pertumbuhan yang signifikan ke Uni Eropa dan ke kawasan Indo-Pasifik, di mana Indonesia merupakan ekonomi terbesar di ASEAN," kata Airlangga, dikutip Rabu, 24 September 2025.
Airlangga menyampaikan, Uni Eropa merupakan salah satu mitra ekonomi paling strategis bagi Indonesia. Pada 2024, nilai perdagangan keduanya mencapai US$30,4 miliar dengan surplus US$4,4 miliar bagi Indonesia.
Selain itu, Uni Eropa juga tercatat sebagai investor terbesar kelima di Indonesia dengan total nilai investasi sebesar US$15,6 miliar sepanjang periode 2019–2024.
"Saya pikir sudah waktunya bagi kita untuk mengembangkan hubungan perdagangan yang bebas, adil, dan positif bagi kedua negara," tegasnya.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini melanjutkan, perjanjian IEU CEPA ini akan membuka peluang investasi yang lebih besar, memfasilitasi perdagangan, mentransfer teknologi, serta memperkuat integrasi Indonesia dan Uni Eropa dalam global value chain.
Implementasi IEU-CEPA diharapkan akan membuka peluang besar bagi peningkatan daya saing produk Indonesia. Di mana terdapat lebih dari 98 persen tarif akan dihapuskan, sehingga komoditas unggulan Indonesia akan semakin kompetitif di pasar Eropa.
"Proyeksi menunjukkan bahwa dalam awal implementasi, ekspor Indonesia ke Uni Eropa diproyeksikan dapat meningkat signifikan hampir 60 persen dan menciptakan lapangan kerja baru," ungkapnya.
Berikutnya, kesepakatan ini juga mencakup digital cluster yang memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital. Airlangga menekankan, ekonomi digital Indonesia telah mencapai US$150 miliar pada tahun 2025 dan diproyeksikan akan terus tumbuh pesat dalam 5 tahun ke depan.
Dengan dukungan teknologi, infrastruktur digital, pusat data, dan konektivitas dari mitra Eropa, potensi tersebut diyakini dapat semakin dimaksimalkan.
Selain itu, Indonesia juga menjadi salah satu negara pertama yang memperkenalkan teknologi satelit orbit rendah (low earth orbit satellite) guna memperluas akses internet berkecepatan tinggi di wilayah yang sulit dijangkau dengan serat optik. Lebih dari 100 ribu masyarakat telah merasakan manfaat konektifitas digital melalui teknologi tersebut.
Sejalan dengan itu, pemerintah bersama KADIN, EuroCham, dan APINDO siap menggarap peluang yang dapat segera direalisasikan (low hanging fruit).
Untuk itu, Airlangga mengajak dunia usaha dari kedua belah pihak agar memastikan peluang IEU-CEPA benar-benar diwujudkan menjadi aksi nyata.
"Dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan kesejahteraan bersama," tukasnya.

