Wamen P2MI: Kami akan Bantu Eks PMI Supaya Bisa Kembali Bekerja di Inggris

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 24 September 2025 | 17:32 WIB
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani. (SinPo.id/dok. KP2MI)
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani. (SinPo.id/dok. KP2MI)

SinPo.id - Himpunan pekerja migran Indonesia eks United Kingdom (Inggris) 2024, menemui Wakil Menteri Pelidungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, meminta bantuan supaya bisa kembali bekerja ke Inggris.

Mereka hadir bersama perwakilan PT Mardel Anugerah Internasional, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang telah memperoleh lisensi Gangmasters and Labour Abuse Authority (GLAA) dari pemerintah Inggris. 

"Kami meminta bantuan agar Ibu Wamen membantu kami, dengan berkoordinasi ke pihak-pihak terkait agar kami bisa berangkat bekerja di Inggris," kata Koordinator Himpunan Pekerja Migran Eks Seasonal Worker Inggris, Ni Kadek Juniari.
di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu, 24 September 2025. 

Berdasarkan penjelasan Juniari, mereka seharusnya sudah bisa berangkat ke Inggris untuk kembali bekerja selama 6 bulan sebagai pemetik buah. Hanya saja, masih terdapat beberapa kendala, sehingga keberangkatan menjadi tertunda.

"Kami juga tidak mengetahui dimana permasalahannya yang membuat kami tidak jadi berangkat. Padahal, administrasi sudah lengkap dari P3MI. Kami bahkan sudah mendapat invitation dari perusahaan pertanian tempat kami bekerja sebelumnya walau kemudian dibatalkan," ungkapnya.

"Kami hanya ingin dipermudah segala urusan kami, agar kami bisa berangkat sesegera mungkin," tambah Juniari.

Menanggapi permintaan dari himpunan pekerja migran Indonesia eks UK tersebut, Christina memberikan opsi solusi yang bisa dilakukan oleh P3MI. 

"Saya sudah dan terus akan membantu sesuai kapasitas saya, agar pekerja migran seasonal worker di Inggris bisa kembali berangkat. Saya telah bertemu dengan Duta Besar Inggris di Indonesia, berdialog dengan Kemlu (Kementerian Luar Negeri) dan KBRI London, serta mencoba menghubungi operator pekerja migran di Inggris," katanya.

Christina kembali mengingatkan bahwa penempatan pekerja migran sektor pertanian di Inggris tidak bisa dilakukan sepihak dan wajib melalui operator yang memiliki lisensi Gangmasters and Labour Abuse Authority (GLAA). 

Christina juga menyarankan agar P3MI dari Indonesia berkomunikasi atau menghubungi kembali operator pekerja migran yang pernah bekerja sama dengan mereka terkait kelangsungan penempatan. 

Opsi lainnya, P3MI bisa menghubungi kembali perusahaan pertanian yang pernah mempekerjakan eks pekerja migran Indonesia seasonal worker tersebut agar dikoneksikan dengan operator pekerja migran lain di Inggris.

"Utamanya yang bergerak di sektor pertanian," kata politisi Partai Golkar itu.

Christina juga meminta agar pekerja migran Indonesia selalu menjaga nama baik bangsa Indonesia, di tengah terbatasnya peluang low/semi skilled worker. Sehingga tidak menimbulkan masalah atau hilangnya kepercayaan di kemudian hari.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI