Home /

Libatkan KNKT, Transjakarta Audit Total Operasional Usai Kecelakaan Beruntun

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 23 September 2025 | 16:41 WIB
Ilustrsi Transjakarta (SinPo.id/Tangkapan Layar)
Ilustrsi Transjakarta (SinPo.id/Tangkapan Layar)

SinPo.id - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengambil langkah serius dalam membenahi sistem layanan menyusul tiga kecelakaan yang terjadi sepanjang September 2025. Perusahaan milik Pemprov DKI ini resmi menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap aspek operasional, teknis, dan sumber daya manusia.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari arahan Gubernur DKI Jakarta, setelah insiden yang melibatkan dua operator mitra Transjakarta, yakni Damri dan Steady Safe.

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan audit ini tidak hanya difokuskan pada penyebab insiden, tetapi juga sebagai momentum untuk membenahi seluruh sistem layanan.

“Kami tidak ingin menunggu kejadian berikutnya baru bertindak. Audit ini adalah langkah proaktif agar kami bisa memperbaiki dari hulu ke hilir,” ujar Welfizon di Jakarta, Selasa, 23 September 2025.

Menurut Welfizon, kerja sama dengan KNKT dipilih karena lembaga tersebut memiliki kredibilitas dan rekam jejak dalam investigasi keselamatan transportasi di Indonesia. 

Menurut dia, audit akan mencakup seluruh lini operasional, mulai dari kesiapan armada, pelatihan pengemudi, hingga standar keselamatan kerja operator mitra.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan pandangan objektif dan mendalam dari pihak independen untuk memastikan bahwa sistem kami benar-benar aman,” ungkapnya. 

Welfizon menuturkan, temuan dari audit ini nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun strategi jangka panjang Transjakarta, termasuk dalam memperketat persyaratan kerja sama dengan mitra operator.

“Kami ingin pelanggan merasa aman, bukan hanya karena tidak terjadi kecelakaan, tetapi karena sistemnya memang dirancang untuk mencegah kecelakaan itu sendiri,” kata Welfizon.

Adapun KNKT dijadwalkan mulai melakukan audit teknis dan investigasi lapangan pekan ini. Proses ini diperkirakan berlangsung dalam beberapa tahap, dengan pelaporan awal ditargetkan selesai pada akhir Oktober.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI