Wagub DKI: Perpustakaan Jakarta Harus Jadi Ruang Hidup, Bukan Sekadar Rak Buku

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 13 September 2025 | 11:14 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut perpustakaan masa kini harus bertransformasi menjadi ruang hidup yang memicu interaksi dan inspirasi. 

Hal itu Rano sampaikan dalam acara Night at The Library yang digelar di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat malam, 12 September 2025.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif segar dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Perpustakaan tidak lagi hanya tempat menyimpan buku, tapi menjadi ruang yang inklusif, interaktif, dan hidup,” kata Rano dalam keterangannya, Sabtu, 13 September 2025.

Acara Night at The Library menjadi salah satu langkah konkret perubahan wajah perpustakaan. Adapun kegiatan ini menghadirkan talkshow, pembacaan puisi, stand up comedy bertema literasi, hingga pertunjukan musik. 

Rano menyebut pendekatan semacam ini efektif mengundang masyarakat untuk datang dan mulai mencintai literasi.

“Kita buka perpustakaan sampai malam, kita bikin acara musik, talkshow, supaya orang datang dulu. Setelah datang, baru sadar bahwa literasi itu menyenangkan,” ungkapnya. 

Rano juga membagikan pengalaman pribadinya yang erat dengan dunia literasi sejak kecil. Ia mengisahkan masa kecilnya yang kerap dihabiskan di Balai Pustaka, tempat ia jatuh cinta pada buku Si Dul Anak Jakarta karya Aman Datuk Madjoindo. 

“Kehidupan Dul seperti cerminan saya waktu itu. Buku itu membentuk imajinasi dan identitas saya,” ujar Rano. 

Lebih dari sekadar nostalgia, Rano ingin perpustakaan hari ini menjadi tempat yang menyentuh emosi dan identitas pembacanya. Menurutnya, literasi bukan hanya membaca, tetapi juga memahami, berkomunikasi, dan tumbuh bersama.

“Perpustakaan harus jadi tempat orang mencari jati diri dan membangun koneksi sosial yang sehat. Literasi itu luas, bisa lewat musik, diskusi, bahkan stand up comedy seperti malam ini,” imbuhnya. 

Dia juga mengingatkan pentingnya merawat fasilitas publik sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif warga Jakarta. 

“Jakarta ini rumah kita. Boleh berbeda suara, tapi jangan merusak fasilitas umum. Itu hasil kerja keras kita bersama,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI