DPD Siap Kawal Program Sawah Baru Presiden demi Wujudkan Asta Cita

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 20 Agustus 2025 | 14:59 WIB
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung. (SinPo.id/Dok. DPD RI)
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung. (SinPo.id/Dok. DPD RI)

SinPo.id - Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menegaskan lembaganya mendukung penuh program pembukaan sawah baru Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

"Swasembada pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. DPD RI mendukung penuh langkah Presiden membuka jutaan hektare sawah baru agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor," kata Tamsil dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 20 Agustus 2025.

Dukungan ini disampaikan seusai Presiden memaparkan program pembukaan sawah baru seluas 2 juta hektare dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat, 15 Agustus 2025.

Menurut Tamsil, program tersebut sejalan dengan Astacita yang menempatkan swasembada pangan sebagai pilar utama pembangunan.

Tamsil menekankan pentingnya pelibatan daerah dalam implementasi program. Tamsil menilai keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh ekstensifikasi lahan, tetapi juga kemudahan akses bagi petani.

“DPD RI akan mengawal agar petani di daerah mudah mendapatkan pupuk, benih, dan alat pertanian tanpa birokrasi rumit," ujarnya.

Dia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah menaikkan harga beli gabah menjadi Rp6.500 per kilogram. Menurutnya, langkah itu akan langsung meningkatkan kesejahteraan petani.

"Stabilitas harga gabah yang menguntungkan diyakini akan meningkatkan pendapatan petani," ujar dia.

Lebih lanjut, Senatior asal Sulawesi Selatan tersebut menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung, mulai dari irigasi, jalan tani, hingga akses logistik agar hasil panen terserap optimal.

"Pembukaan sawah baru harus dibarengi pembangunan irigasi dan akses distribusi yang memadai," kata dia.

Tamsil juga mengingatkan perlunya pengawasan ketat untuk mencegah kecurangan, penimbunan, dan permainan harga yang merugikan masyarakat.

Dia mengatakan langkah pemerintah membuka sawah baru di Papua Selatan, Kalimantan, dan Sumatra menjadi momentum besar menuju kemandirian pangan. Apalagi, stok beras nasional kini menembus lebih dari 4 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah.

"Cadangan beras nasional yang kini menembus 4 juta ton menjadi capaian historis. Ini bukti bahwa jika petani diberdayakan, negara akan kuat," katanya.

Tamsil menutup dengan optimisme bahwa kerja sama antarlembaga dan peran daerah akan menjadi kunci tercapainya target swasembada pangan.

"Dengan sinergi pusat dan daerah, swasembada pangan bukan lagi mimpi, tetapi kenyataan yang bisa kita wujudkan bersama," kata dia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI