Polemik Tarif Cukai Hasil Tembakau, Bamsoet Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Petani
sinpo - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menanggapi polemik dalam penentuan kebijakan tarif cukai hasil tembakau untuk tahun 2021. Menurutnya, pemerintah harus terus melakukan kajian secara sosiologis guna memberikan solusi atas kebijakan tarif rokok/tembakau untuk tahun 2021.
"Dan kebijakan tersebut sudah mempertimbangkan secara cermat dan berhati-hati kondisi ekonomi Indonesia di tengah kondisi ekonomi global," kata Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (20/10/2020).
Menurutnya, pemerintah harus tetap memikirkan nasib petani tembakau yang terdampak pandemi. Serta berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.
"Misalnya dengan memberikan arahan alternatif bertani jenis tanaman lainnya, apabila kebijakan tarif cukai rokok berdampak negatif kepada para petani tembakau," katanya.
Bamsoet meminta pemerintah agar tetap fokus pada tujuan mengendalikan penggunaan rokok di Indonesia, khususnya pada anak di bawah usia, sehingga target SDGs agar Indonesia bebas dari rokok pada tahun 2030 dapat tercapai.
"Mendorong seluruh kepala daerah untuk menetapkan Perda tentang larangan merokok di tempat umum atau fasilitas publik," katanya.

