Rano: Perlu Sinergi Atasi Kemacetan, Banjir, dan Pengangguran Jakarta
SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan beberapa langkah Pemprov DKI dalam upaya mengatasi masalah kemacetan, banjir, dan pengangguran. Menurut Rano, diperlukan sinergi lebih mendalam antara Pemprov DKI Jakarta, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah di kawasan Jabodetabek.
"Diperlukan sinergi lebih mendalam antara Pemprov DKI Jakarta, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah di kawasan Jabodetabek, serta peran aktif masyarakat," tegas Rano saat menjawab pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD 2025 di Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.
Rano juga mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kemacetan, seperti pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), penyediaan sarana transportasi umum massal, dan mendorong pemanfaatan park and ride. Selain itu, Pemprov DKI juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam aspek ketenagakerjaan melalui berbagai program strategis.
"Kami juga komitmen mendorong pertumbuhan wirausaha dan tenaga kerja mandiri melalui kegiatan perluasan kesempatan kerja," ujar Rano.
Rano juga menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus melaksanakan upaya peningkatan kapasitas sungai melalui pengadaan tanah sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat terkait penentuan segmen sungai yang akan dinormalisasi, serta pengurasan dan pengerukan sedimen pada saluran drainase untuk mengatasi banjir.
Selain itu, Rano juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta berupaya menjadikan Rusunawa sebagai tempat transit atau housing career pertama, untuk selanjutnya pindah ke hunian milik, melalui program Hunian Terjangkau Milik (HTM) yang memberikan kemudahan bagi MBR memiliki rumah tanpa uang muka (DP 0 Rupiah) dan suku bunga tetap.

