Jadi Beban Istana, Pengamat Anggap Tepat Presiden Copot Dadan Cs
SinPo.id - Pengamat politik, Iwan Setiawan menilai, langkah Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bersama dua Wakil Kepala yaitu Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. sangat tepat dan sesuai dengan aspirasi publik akhir-akhir ini. Terlebih, beberapa jam usai pencopotan tersebut, Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan Kantor BGN di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
"Jadi, menurut saya jika Presiden tidak mencopot Dadan, justru akan terus-menerus menjadi beban istana. Dan citra program MBG di tengah masyarakat akan selalu negatif," kata Iwan kepada wartawan, Rabu, 3 Juni 2026.
Iwan menganggap, BGN dibawah kepimpinan Dadan memberikan kontribusi besar terhadap citra negatif pemerintahan Prabowo Subianto. Padahal, program MBG sangat bagus dan menjadi program prioritas.
Selain itu, lanjut Iwan, publik kerap disuguhkan kegaduhan dan kontroversi yang dipicu oleh kebijakan dan pernyataan Dadan. Mula dari pernyataan Susu Dua Liter, sorotan pengawasan Program MBG, sejumlah kasus dugaan keracunan makanan di beberapa daerah. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait standar mutu makanan yang disalurkan kepada siswa.
Kemudian, pengadaan kendaraan sepeda motor trail listrik yang diduga merupakan model Emmo JVX GT dengan harga sekitar Rp 42 juta hingga Rp 56,8 juta per unit. Selain itu, BGN juga disorot terkait anggaran Rp 5,7 miliar untuk langganan layanan konferensi daring (Zoom) periode April–Desember 2026, atau sekitar Rp Rp 633 juta per bulan.
Pernyataan lain yang turut menjadi sorotan adalah rencana perluasan program MBG ke Arab Saudi, khususnya untuk sekolah di Jeddah. Pernyataan dan kebijakan tersebut kemudian ramai diperbincangkan publik di media sosial sebelum akhirnya Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo.
Direktur Indonesia Political Review (IPR) ini meyakini, Kepala BGN yang baru ditunjuk oleh Presiden yakni Nanik S Deyang bisa membawa perubahan signifikan dan menjadikan citra MBG mejadi positif. Karena program prioritas ini butuh dukungan yang kuat dari publik.
Untuk itu, Iwan juga mendorong dilakukan bersih-bersih BGN. "Agar citra negatif BGN bersih, Dadan harus diperiksa oleh APH terkait dugaan pelanggaran, penyalahgunaan kekuasaan, penyalahgunaan anggaran negara," tandasnya.
