• 5 Agustus 2026

Netty Prasetiyani Soroti Tingginya Kematian Bayi Akibat PJB

BAGIKAN :
Wartawan: Tim Redaksi• Estimasi: 1:36 Menit• Dilihat: 65 kali
Netty Prasetiyani Soroti Tingginya Kematian Bayi Akibat PJB
Foto : Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani. (SinPo.id/Tim Media)

SinPo.id -  Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyoroti masih tingginya angka kematian bayi akibat penyakit jantung bawaan (PJB) di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 6.000 bayi meninggal setiap tahun karena tidak memperoleh tindakan operasi tepat waktu.

“Data ini menjadi pengingat bahwa masih banyak anak Indonesia kehilangan kesempatan hidup akibat keterbatasan akses layanan kesehatan. Ini persoalan mendesak yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya, Selasa 4 Agustus 2026.

Netty menjelaskan, dari 4,8 juta kelahiran per tahun, diperkirakan 48.000 bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan. Sekitar 12.000 di antaranya membutuhkan operasi segera, namun kapasitas layanan nasional baru mampu menangani 6.000 kasus per tahun. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara kebutuhan dan kapasitas layanan.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini yang harus diiringi peningkatan kapasitas rujukan dan tindakan operasi. “Skrining saja tidak cukup apabila tidak diikuti peningkatan kapasitas layanan. Jangan sampai bayi terdeteksi tapi harus menunggu terlalu lama,” jelasnya.

Netty mendorong pemerintah mempercepat pemerataan layanan jantung anak melalui penguatan rumah sakit rujukan, peningkatan fasilitas kesehatan, serta percepatan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis. Ia juga menekankan kebutuhan tenaga penunjang seperti perfusionist dan perawat jantung.

“Kita membutuhkan strategi jangka panjang dalam membangun kapasitas layanan jantung anak. Investasi pada SDM kesehatan sama pentingnya dengan pembangunan sarana dan prasarana,” tegasnya.

Selain itu, Netty menekankan pembenahan sistem rujukan agar bayi yang terdeteksi segera memperoleh penanganan di rumah sakit dengan layanan definitif. “Jangan sampai faktor jarak, keterbatasan fasilitas, atau panjangnya antrean operasi menjadi penyebab hilangnya kesempatan hidup seorang anak,” pungkasnya.

Netty Prasetiyani Soroti Tingginya Kematian Bayi Akibat PJB – SinPo.id