• 9 Juli 2026

Chusnunia Dorong Pertumbuhan Desa Wisata Mandiri untuk Pariwisata Berkelanjutan

BAGIKAN :
Wartawan: Juven Martua Sitompul• Estimasi: 2:08 Menit• Dilihat: 47 kali
Chusnunia Dorong Pertumbuhan Desa Wisata Mandiri untuk Pariwisata Berkelanjutan
Foto : Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim (Nunik) menggelar kunjungan kerja di Desa Penglipuran Bali. Istimewa

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim (Nunik) mendorong desa-desa wisata di seluruh Indonesia terus berbenah serta mengharmonisasikan potensi desa, pelestarian budaya, dan lingkungan.

Ini disampaikan Nunik saat menggelar kunjungan kerja di Desa Penglipuran Bali, Kamis, 9 Juli 2026. Desa-desa wisata juga diharap bisa melakukan pengembangan ekonomi lokal.

"Kami mengunjungi Desa Penglipuran guna melihat praktik pengelolaan desa yang berkelanjutan dan mandiri serta tata kelola lingkungan sehingga sukses menghasilkan pendapatan hingga miliaran rupiah setiap tahunnya," kata Nunik.

Desa Wisata Penglipuran sendiri berhasil masuk dalam daftar 54 UN Tourism (UNWTO) Best Tourism Villages 2023. Dengan penghasilan mencapai Rp28 miliar per tahun, Desa Penglipuran menjadi contoh nyata harmoni antara pelestarian budaya, lingkungan, dan ekonomi lokal.

Dia mencontohkan ketika pengunjung memasuki desa penglipuran para pengunjung akan menemui deretan tanaman hijau dan pengunjung hanya dapat berjalan kaki mengelilingi desa.

"Penerapkan konsep Tri Hita Karana yang menitikberatkan pada hubungan harmonis antarmanusia, lingkungan alam, serta Sang Pencipta menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung," katanya.

Legislator dari Fraksi PKB ini mengatakan Indonesia sesungguhnya memiliki banyak desa dengan keunikan yang luar biasa. Keunikan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menjadikan wilayahnya sebagai Desa atau Kampung Wisata.

Dia menambahkan bahwa pertumbuhan desa wisata di Indonesia diharapkan akan semakin meningkatkan angka kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

"Desa Panglipuran di Bali hingga Desa Nglanggeran di Yogyakarta adalah contoh Desa Wisata yang sudah terkenal  sampai mancanegara karena sukses mengintegrasikan keunikan wilayah, kearifan lokal, hingga sumber daya alam di desa tersebut menjadi daya tarik bagi para turis baik lokal hingga mancangera," kata dia.

Lebih lanjut, Ketua DPW PKB Lampung itu mengatakan bahwa Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Pariwisata akan terus mendorong kemandirian dan pertumbuhan desa wisata di seluruh Indonesia.

Perkembangan desa wisata di Indonesia sendiri menunjukan grafik pertumbuhan mulai dari 6.148 desa pada tahun 2025 menjadi 6.264 desa pada 2026.

"Paska revisi UU Kepariwisataan yang baru tentu kerja belum usai dan mari kita jalankan amanat undang-undang tersebut untuk menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," tegasnya.

Chusnunia Dorong Pertumbuhan Desa Wisata Mandiri untuk Pariwisata Berkelanjutan – SinPo.id