• 27 Juni 2026

Kepercayaan Publik Meningkat, Dede Indra: Polri Harus Semakin Hadir Sebagai Pengayom Masyarakat

BAGIKAN :
Wartawan: Juven Martua Sitompul• Estimasi: 4:08 Menit• Dilihat: 110 kali
Kepercayaan Publik Meningkat, Dede Indra: Polri Harus Semakin Hadir Sebagai Pengayom Masyarakat
Foto : Wakil Ketua Komisi III DPR RI Dede Indra Permana Soediro. Istimewa

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Dede Indra Permana Soediro mengapresiasi meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri. Peningkatan kepercayaan publik itu dinilai sinyal positif bahwa masyarakat semakin menempatkan Polri sebagai institusi yang dekat dengan rakyat.

Demikian disampaikan Dede saat dimintai tanggapan media terkait hasil Survei Litbang Kompas April 2026 yang menunjukkan tren positif terhadap tingkat kepercayaan, kepuasan, dan citra Polri.

Dalam survei tersebut, kepercayaan publik terhadap Polri tercatat mencapai 82,4 persen, naik dari 76,2 persen. Kepuasan publik terhadap Polri juga meningkat menjadi 67,6 persen, sementara citra positif Polri naik menjadi 71,5 persen.

Menurut Dede, kepercayaan publik harus dijawab dengan kerja nyata seluruh jajaran kepolisian dalam menjalankan fungsi utama sebagai pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat.

"Kami Pimpinan Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI tentu mengapresiasi capaian ini. Saya menyampaikan penghargaan kepada Bapak Kapolri, Bapak Wakapolri, serta seluruh jajaran kepolisian di pusat maupun daerah yang terus bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melayani masyarakat," kata Dede dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu menegaskan apresiasi tersebut tidak berarti pengawasan DPR RI menjadi berkurang. Komisi III DPR RI justru akan terus membangun koordinasi positif dengan Polri agar fungsi kepolisian sebagai pengayom masyarakat dapat berjalan semakin baik.

"Polri harus terus hadir sebagai pengayom masyarakat. Bukan hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu memberi rasa aman, dekat dengan rakyat, mendengar aspirasi, dan melayani semua kalangan secara humanis serta profesional," tegasnya.

Dede juga menilai meningkatnya kepercayaan publik harus menjadi energi baru bagi Polri untuk terus memperkuat kinerja di berbagai sektor. Sebab, kata dia, tugas kepolisian tidak hanya terbatas pada penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas sosial, kelancaran aktivitas ekonomi, serta ketertiban dalam kehidupan demokrasi.

"Peran Polri sangat luas. Dari menjaga keamanan masyarakat, mendukung iklim investasi dan percepatan ekonomi, mengawal dinamika sosial politik, sampai memastikan penegakan hukum berjalan dengan adil. Semua itu harus dilakukan dengan independensi dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat," kata Dede.

Dalam konteks kebangsaan, Dede juga menyinggung adanya sejarah kedekatan emosional dan historis antara PDIP dengan institusi kepolisian. Menurutnya, hubungan tersebut tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang bangsa, termasuk memori pengawalan dan perlindungan terhadap Bung Karno dalam masa-masa genting republik.

Dede menyebut salah satu kisah yang terus dikenang adalah peristiwa penyelamatan Bung Karno saat momentum Iduladha. Dalam peristiwa itu, aparat kepolisian hadir bukan sekadar sebagai perangkat keamanan negara, tetapi sebagai penjaga keselamatan pemimpin bangsa dan simbol persatuan republik.

"Kita tidak boleh melupakan sejarah. Ada masa ketika kepolisian hadir menjaga Bung Karno dalam situasi yang tidak mudah. Pada kejadian Sholat Idul Adha 14 Mei 1962, Anggota Kepolisian secara heroik menyelamatkan Bung Karno dari percobaan pembunuhan. Hal ini menjadi catatan sejarah bagian dari pengabdian aparat kepolisian kepada negara dan rakyat," ujar Dede.

Kedekatan historis itu, kata Dede, juga terlihat dalam perjalanan generasi berikutnya. Dia menyinggung bagaimana jajaran kepolisian turut menjalankan fungsi pengamanan terhadap tokoh-tokoh PDIP, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani, saat menghadapi dinamika aksi massa dan demonstrasi pada bulan Agustus.

"Pengamanan terhadap Mbak Puan saat demonstrasi Agustus juga menunjukkan bahwa Polri memiliki tugas besar menjaga keselamatan setiap warga negara, termasuk para tokoh publik, tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai pengayom masyarakat," kata Dede.

Menurut Dede, sejarah tersebut menunjukkan bahwa hubungan PDIP dan Polri bukan hanya hubungan kelembagaan, melainkan juga hubungan kebangsaan yang tumbuh dari pengalaman panjang menjaga republik.

"PDI Perjuangan dan Polri memiliki titik temu dalam sejarah pengabdian kepada bangsa. Dari Bung Karno hingga generasi Ibu Puan Maharani, kita melihat bahwa tugas kepolisian selalu berada dalam garis besar menjaga negara, menjaga rakyat, dan menjaga keberlanjutan cita-cita kebangsaan," ujarnya.

Dede berharap kenaikan kepercayaan publik ini menjadi momentum bagi Polri untuk terus memperkuat pelayanan, memperbaiki kekurangan, dan semakin menegaskan jati dirinya sebagai pengayom masyarakat.

"Kepercayaan rakyat adalah modal yang sangat besar. Karena itu, Polri harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat. Polri yang kuat adalah Polri yang dipercaya rakyat, dicintai rakyat, dan benar-benar hadir sebagai pengayom masyarakat," tegasnya.

Kepercayaan Publik Meningkat, Dede Indra: Polri Harus Semakin Hadir Sebagai Pengayom Masyarakat – SinPo.id