Sindir Luhut, PKS: Kekuasaan Besar, Publik Dibolehkan Menegur Penguasa

  • Oleh:
SinPo.id - Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera menyebut, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan adalah jembatan banyak aktor.

Mardani menanggapi pernyataan Luhut yang mengaku sedih karena orang mudah mengkritik kebijakan.

"Perlu diakui beliau adalah jembatan banyak aktor kepentingan saat kondisi Covid-19 mengganas," kata Mardani Ali Sera pada Kamis, (22/7).

Mardani Ali Sera menyindir, tentu ada kesulitan yang dihadapi Luhut dalam menengahi kebijakan yang disenangi semua pihak.

Namun dia mengingatkan bahwa kekuasaan yang besar akan diiringi tanggung jawab yang besar.

"Dan publik dibolehkan 'menegur' bila pemerintah luput dari tanggung jawabnya," kata Mardani Ali Sera.

Pada kesempatan tersebut, Mardani Ali juga menyinggung soal sikap pemerintah yang memperpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021.

Menurutnya, keputusan tersebut menyisakan ‘lubang’ besar, seperti interaksi petugas dengan masyarakat di lapangan dan berbagai indikator target kandas digapai saat PPKM Darurat kemarin, seperti testing, tracing, penurunan mobilitas sampai positivity rate.

"Target penurunan mobilitas sebesar 30 persen, nyatanya yg tercapai masih 20 persen," katanya.

Lalu tracing dari 15 orang per satu kasus positif/300 ribu kontak yang ditargetkan, sejauh ini baru bisa melakukan tracing sebanyak 250 ribu kontak. Begitu juga dengan target positivity rate yang ditargetkan di bawah 10 persen, saat ini baru mencapai 30 persen.

Menurutnya, dia sudah berulang kali mengingatkan pemerintah akan pentingnya testing, tracing dan treatment. Sebab, ini merupakan kunci utama mengendalikan pandemi.

"Sebanyak apapun kapasitas atau SDM yang digelontorkan untuk mengatasi pandemi, akan kalah cepat dengan kecepatan virus ini," katanya.

Atas dasar itu, dia pun mendesak pemerintah untuk segera menemukan sumber. Sehingga rantai infeksi bisa diputus dan ditreatment dengan baik.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar