Korupsi Tanjungbalai

KPK Dalami Dugaan Komunikasi Pimpinan dengan Wali Kota Tanjung Balai

  • Oleh:
sinpo, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri siap mendalami adanya dugaan komunikasi antara salah satu pimpinan lembaga antirasuah dengan Wali Kota Tanjung Balai, M Syahrial.

"Tentu saya baru tahu dari kawan-kawan, tetapi ini menjadi PR kita untuk mendalami. Saya tidak tahu apakah betul ada komunikasi kalaupun ada apa bentuk komunikasinya? Apakah komunikasi ini dalam rangka pelaksanaan tugas atau komunikasi bentuk lain," ujar Firli dalam Konferensi Pers pada Kamis, (22/4/2021) malam.

Dalam kasus ini, KPK juga telah menetapkan seorang penyidiknya dari Polri yakni AKP Stepanus Robin Pattuju sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerima suap. Dia diduga menerima suap Rp 1,3 miliar dari total komitmen Rp 1,5 miliar dari Wali Kota Tanjung Balai, M Syahrial.

Suap diberikan agar kasus terkait Syahrial di KPK berhenti di tingkat penyelidikan dan tidak naik ke tahap penyidikan. Artinya, tidak akan ada penetapan tersangka, jika tidak naik ke penyidikan.

Sementara perkara yang sudah naik penyidikan di KPK di Tanjungbalai adalah terkait kasus jual beli jabatan di tahun 2019.

Dalam kasus suap itu, muncul dugaan AKP Robin tidak sendiri dalam melangsungkan aksinya. Ada dugaan pihak lain ikut mengurus perkara Syahrial tersebut.

Menanggapi dugaan itu, Komjen Firli Bahuri menyatakan akan mendalaminya.

"Tidak menutup kemungkinan pelakunya bukan tunggal. Ini pun akan kita dalami terkait dengan seluruh peristiwa, kalau kita ingin tahu apa perbuatan tentu kita harus lihat Kapan kejadian di mana kejadian, siapa yang masuk dalam peristiwa itu," katanya.

Masih dalam kasus ini, nama Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin disebut. Disebutkan, sempat ada pertemuan antara Stephanus dengan Syahrial di kediaman Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Disebutkan bahwa Azis merupakan pihak yang memperkenalkan AKP Stepanus kepada Syahrial. Pertemuan tersebut terjadi di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan

Firli mengatakan, pihaknya akan mendalami hal itu termasuk soal isi pertemuan itu.

"Pertemuan AZ (Azis Syamsuddin), SRP, HS, di kediaman AZ itu jadi hal yang harus dituntaskan oleh KPK," pungkasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar