• 11 Agustus 2026

KWP Kecam Benny K. Harman Usai Sebut Wartawan "Otak Kamu Ada Gak"

BAGIKAN :
Wartawan: Galuh Ratnatika• Estimasi: 1:44 Menit• Dilihat: 28 kali
KWP Kecam Benny K. Harman Usai Sebut Wartawan "Otak Kamu Ada Gak"
Foto : Wakil Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Erwin Siregar (SinPo.id/Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) mengecam pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman yang dianggap merendahkan wartawan saat ditanya mengenai kehadiran Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Sidang Tahunan MPR, serta Sidang Bersama DPR dan DPD.

Pasalnya saat sesi tanya jawab berlangsung, seorang wartawan menanyakan kembali mengenai ketidakhadiran SBY pada 14 Agustus mendatang, setelah sebelumnya dijelaskan mengenai alasan ketidakhadiran SBY. Namun, Benny merespons pernyataan tersebut dengan kalimat yang dinilai merendahkan wartawan.

“Woi, kau otak kamu ada gak. Saya jelaskan gitu kok. Iya kan. Kalau dia sudah check up di sana sampai akhir bulan kok masih nanya lagi, banyak wartawan yang aneh-aneh sekarang ini,” kata Benny.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Erwin Siregar menyayangkan sekaligus mengecam pernyataan tersebut. Menurutnya, pertanyaan wartawan tersebut merupakan bagian dari tugas jurnalistik, untuk melakukan konfirmasi ulang terhadap informasi yang telah disampaikan sebelumnya.

“Kami menyayangkan dan mengecam pernyataan yang merendahkan dari Pak Benny K. Harman. Seharusnya bisa dijawab baik-baik, karena media bertanya juga secara baik-baik. Apabila media bertanya secara berulang, itu memang perlu untuk konfirmasi ulang," kata Erwin, Selasa, 11 Agustus 2026.

Terlebih, wartawan memiliki kepentingan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar jelas dan tidak menimbulkan tafsir berbeda. Sehingga pihaknya berharap yang bersangkutan dapat menyampaikan permintaan maaf.

“Jika tidak ada permintaan maaf, kami akan melaporkan persoalan ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD),” ungkapnya.

Dengan demikian, KWP berharap kejadian tersebut menjadi momentum bagi semua pihak untuk menjaga etika komunikasi dengan wartawan, terutama di lingkungan parlemen, agar hubungan antara pers dan wakil rakyat tetap berjalan secara profesional dan saling menghormati.