• 22 Juli 2026

Legislator Demokrat: Pengganti Kepala BGN Idealnya dari Kalangan Profesional

BAGIKAN :
Wartawan: Juven Martua Sitompul• Estimasi: 1:56 Menit• Dilihat: 42 kali
Legislator Demokrat: Pengganti Kepala BGN Idealnya dari Kalangan Profesional
Foto : Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala BGN. (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari mengapresiasi mundurnya Naniek Sudaryati Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Naniek mundur lantaran memerlukan pengobatan jantung di luar negeri. Menurut Lucy, Naniek menyadari kondisi kesehatannya saat ini tidak bisa membuatnya bekerja maksimal.

"Sehingga, Naniek tidak mau membebani presiden dengan kondisi kesehatannya tersebut," kata Lucy dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Dengan melepas jabatannya, kata Lucy, Naniek tampaknya berharap MBG yang menjadi program unggulan presiden dapat berjalan dengan optimal.

Lucy berharap Naniek cepat pulih seperti sediakala sehingga dapat kembali menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk kemajuan bangsa dan negara.

"Pemulihan kesehatan Naniek sangat diharapkan presiden karena nantinya akan dijadikan pengawas program MBG. Tim pengawas MBG memang sangat diperlukan karena banyaknya persoalan terkait Program MBG," kata dia.

Oleh karenanya, Legislator dari Fraksi Partai Demokrat itu mendorong agar Tim Pengawas (Timwas) harus melibatkan daerah.

"Setidaknya pemda dimasukkan sebagai tim pengawas, sehingga  pengawasan dapat menjangkau semua penjuru tanah air. Jadi, tim pengawas idealnya harus orang-orang yang paham penanganan stunting dan intervensi gizi serta tidak terafiliasi dengan kepentingan bisnis dan politik program MBG," kata Lucy.

Lucy pun menyarankan pengganti Naniek dari kalangan profesional. Paling penting, sosok yang memahami manajerial dengan baik dan menguasai persoalan tata kelola makanan.

"Kalangan profesional diperlukan agar program MBG tidak terkooptasi pada kepentingan politik tertentu. Dengan begitu, Kepala BGN nantinya dapat menyusun tata kelola MBG yang sesuai dengan prinsif efisien dan efektif," kata Lucy.

Lucy berpandangan Komisi IX DPR RI sebaiknya membentuk Panja Tata Kelola MBG. Tujuannya untuk membantu Presiden dan BGN membuat roadmap program MBG yang fokus pada 3T dan 3B dari desil 1-4. Kalau hal itu dapat diwujudkan, kata dia, maka sasaran penerima manfaat akan tepat sasaran. 

"Konsekuensinya anggaran untuk MBG dapat ditekan sehingga dapat membantu menjaga stabilitas keuangan negara," tegas Lucy.