Komisi VII DPR Dorong Piala Dunia jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 10 Juni 2026 | 13:40 WIB
Ilustrasi. Rapat Paripurna DPR RI. (Ashar/SinPo.id)
Ilustrasi. Rapat Paripurna DPR RI. (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai penyiaran Piala Dunia 2026 dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah jika dikemas secara kreatif melalui kegiatan nonton bareng, festival usaha mikro kecil dan menengah, serta promosi sektor pariwisata.

Menurut dia, Piala Dunia 2026 tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda penyiaran televisi, tetapi juga momentum ekonomi yang dapat memberi dampak bagi masyarakat luas.

"Jangan sampai hak siar sudah dimiliki negara tetapi dampak ekonomi ikutannya tidak maksimal dirasakan masyarakat," kata Novita dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 10 Januari 2026.

Dia menilai keberhasilan Televisi Republik Indonesia (TVRI) memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 merupakan capaian penting karena membuka akses masyarakat untuk menyaksikan seluruh pertandingan secara gratis melalui lembaga penyiaran publik.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini menyebut TVRI akan menayangkan 104 pertandingan Piala Dunia 2026, meningkat dibanding Piala Dunia 2022 yang menayangkan 64 pertandingan.

Selain itu, TVRI mendapat mandat menghadirkan siaran gratis hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Dia meminta mandat tersebut diikuti penguatan kampanye publik serta kesiapan teknis di seluruh daerah.

Menurut dia, masih terdapat tantangan akses siaran digital di sejumlah wilayah sehingga perlu memastikan masyarakat dapat menerima siaran TVRI dengan baik.

Novita menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan agar penyiaran Piala Dunia 2026 berjalan optimal, inklusif, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

"Persiapan harus maksimal karena ini Piala Dunia pertama yang kembali ditayangkan TVRI setelah puluhan tahun. Kualitas siaran, akses publik, dan atmosfer kebanggaan nasional harus terasa," ujarnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI