Pemprov DKI Tawarkan Investasi Rp271,3 Triliun di JIF 2026
SinPo.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menawarkan peluang investasi senilai Rp271,3 triliun melalui 40 proyek strategis dan pengembangan tujuh kawasan tematik dalam Jakarta Investment Festival (JIF) 2026. Nilai tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mempercepat pembangunan kawasan dan memperluas keterlibatan investor di berbagai sektor ekonomi ibu kota.
Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Fransisca Hicca, mengatakan total potensi investasi yang ditawarkan mencapai sekitar 16,1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp271,3 triliun berdasarkan kurs APBN 2026.
“Ketika ditambahkan semua potensi, total seluruh potensi investasi yang ditawarkan pada JIF 2026 sekitar kurang lebih Rp271,3 triliun atau setara 16,1 miliar USD dengan menggunakan nilai kurs APBN tahun 2026,” kata Fransisca kepada awak media, Selasa, 9 Juni 2026.
Dari jumlah tersebut, kata dia, sekitar Rp114 triliun berasal dari 40 proyek strategis yang tersebar di sembilan sektor. Adapun sektor yang ditawarkan meliputi residensial, perhotelan, fasilitas olahraga, kawasan industri dan logistik, komersial, pengembangan kawasan campuran berbasis transit atau transit oriented development (TOD), utilitas, transportasi, hingga waterfront township.
Menurut Fransisca, proyek-proyek tersebut dimiliki oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, anak usaha BUMD, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Badan Layanan Umum (BLU) yang memiliki aset dan rencana pengembangan di Jakarta.
Selain menawarkan proyek siap investasi, lanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mempromosikan peluang pengembangan tujuh kawasan tematik yang dinilai memiliki karakter dan potensi ekonomi berbeda.
"Ketujuh kawasan itu meliputi Grogol Petamburan, Ragunan, Ancol, Monas, Cawang, Kebon Jeruk, dan kawasan pesisir Jakarta," ungkap dia.
Fransisca menuturkan, masing-masing wilayah telah dipetakan berdasarkan potensi pengembangannya.
“Misalnya, wilayah Grogol Petamburan cocok untuk dikembangkan sebagai kawasan pendidikan, lalu kawasan Ragunan untuk menjadi sentra pembangunan yang berkelanjutan, dan Kebon Jeruk untuk dikembangkan menjadi kawasan residensial,” ujar Fransisca.
Dia juga mengungkapkan, nilai investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan tujuh kawasan tersebut diperkirakan mencapai Rp157,3 triliun.
"Dengan demikian, porsi terbesar dari tawaran investasi dalam JIF 2026 berasal dari pengembangan kawasan tematik dibandingkan proyek-proyek strategis yang sudah berjalan," ucapnya.
Sebagai informasi, JIF 2026 merupakan penyelenggaraan keenam forum bisnis tahunan yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Investment Jakarta Center. Tahun ini, forum tersebut mengusung tema “Advancing Today, Securing Tomorrow” dan ditujukan untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, inovator, serta investor dari dalam dan luar negeri.
