Presiden Prabowo Terima Pimpinan TNI di Istana, Bahas Program Strategis untuk Rakyat

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 09 Juni 2026 | 18:54 WIB
Presiden Prabowo Terima Pimpinan TNI di Istana, Bahas Program Strategis untuk Rakyat (SinPo.id/Biro Setpres)
Presiden Prabowo Terima Pimpinan TNI di Istana, Bahas Program Strategis untuk Rakyat (SinPo.id/Biro Setpres)

SinPo.id - Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Mereka yang hadir di antaranya Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Letjen TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan TNI melaporkan perkembangan sejumlah program strategis yang tidak hanya mendukung tugas pertahanan negara, tetapi juga berkontribusi terhadap pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Presiden Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Menurut Seskab Teddy, Panglima TNI bersama para kepala staf menyampaikan capaian berbagai program yang telah dijalankan TNI untuk mendukung pembangunan nasional.

"Dalam pertemuan tersebut, Panglima dan para Kepala Staf melaporkan perkembangan berbagai program strategis yang dilaksanakan oleh TNI, termasuk capaian program yang secara langsung mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Teddy dalam keterangannya.

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam laporan tersebut adalah program listrik masuk Papua yang dijalankan TNI Angkatan Darat. Program tersebut terus berkembang dan kini telah menjangkau lebih dari 200 desa, terutama di wilayah pegunungan Papua yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses listrik.

Selain itu, pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan desa-desa dan membuka akses masyarakat di berbagai daerah juga terus berjalan. Hingga saat ini, jumlah pembangunan jembatan tersebut telah mendekati 2.000 titik. "Saat ini telah mendekati 2.000 titik," kata Teddy.

TNI juga terus meningkatkan program pipanisasi dan pembangunan sumur bor di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih. Hingga Juni 2026, jumlah titik pembangunan telah mendekati 2.000 lokasi dan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga.

"Program pipanisasi dan pembangunan sumur bor di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih juga terus ditingkatkan. Hingga Juni 2026, jumlah titik pembangunan telah mendekati 2.000 lokasi dan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga," ujar Teddy.

Selain membahas program untuk masyarakat, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut melaporkan perkembangan berbagai program peningkatan kesejahteraan prajurit yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas pokok pertahanan negara secara optimal.

Melalui berbagai program tersebut, TNI terus menunjukkan perannya tidak hanya sebagai garda pertahanan negara, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat konektivitas antardaerah, dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga ke wilayah terpencil.

"Melalui berbagai program tersebut, TNI terus berkontribusi dalam memperkuat pemerataan pembangunan, meningkatkan konektivitas antardaerah, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga ke wilayah terpencil," pungkas Teddy.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI