Disdik DKI Dukung Model Pembelajaran Nexus
SinPo.id - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mendukung penguatan kualitas pendidikan melalui penerapan ekosistem pembelajaran transformasional yang dikembangkan Literacy for the Future (LIFT) guna mendukung visi Jakarta sebagai kota global.
Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kepemimpinan yang mampu menghadirkan perubahan serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Ide besar membutuhkan tindakan, kebijakan membutuhkan keteladanan, kolaborasi membutuhkan kesungguhan, dan masa depan murid membutuhkan kepemimpinan yang menghadirkan perubahan," kata Nahdiana dalam keterangannya, Selasa, 9 Juni 2026.
Adapun dukungan tersebut disampaikan dalam School Leadership Workshop yang diselenggarakan LIFT pekan lalu. Dalam kegiatan itu diperkenalkan ekosistem pembelajaran transformasional yang mengintegrasikan kepala sekolah, guru, orang tua, komunitas, budaya membaca, dan evaluasi berbasis data dengan murid sebagai pusat pembelajaran.
Sementara itu, Pendiri LIFT Elwin Tobing mengatakan inovasi bernama Nexus tersebut dikembangkan untuk menjawab persoalan mendasar pendidikan Indonesia yang masih tercermin dalam capaian literasi, numerasi, dan sains siswa.
"Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA), sekitar 75 hingga 80 persen murid Indonesia masih berada di bawah tingkat kompetensi dasar dalam literasi, numerasi, dan sains. Sementara kurang dari 1 persen mencapai kompetensi global," ujar Elwin.
Menurut dia, kurikulum dan pembelajaran formal tetap menjadi fondasi penting dalam pendidikan. Namun, pendekatan tersebut belum cukup untuk mengatasi persoalan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
"Nexus hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mobilisasi nasional untuk mengatasi krisis pendidikan Indonesia. Kurikulum dan pembelajaran formal tetap penting, tetapi tidak cukup. Kita membutuhkan inovasi yang mampu menggerakkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan secara terintegrasi, terarah, dan efisien," katanya.
Elwin menambahkan peningkatan kualitas pendidikan tidak harus identik dengan biaya besar. Menurut dia, ruang bagi inovasi yang berdampak dan terukur perlu diperluas agar dapat bekerja bersama pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
"Yang dibutuhkan adalah ruang bagi inovasi yang berdampak, terukur, dan efisien untuk bekerja bersama pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat," ujarnya.
