Iran Kecam AS atas Hambatan Visa, Mendarat di Tijuana Jelang Piala Dunia 2026

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 09 Juni 2026 | 04:10 WIB
Iran (pixabay)
Iran (pixabay)

SinPo.id -  Tim nasional sepak bola Iran tiba di Tijuana, Meksiko, pada Minggu 8 Juni 2026 setelah sempat menghadapi ketidakpastian terkait visa masuk ke Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026.

Federasi Sepak Bola Iran sebelumnya melakukan negosiasi untuk memindahkan kamp pelatihan dari Arizona ke Tijuana, dekat perbatasan AS, karena khawatir pemain dan ofisial tidak mendapatkan izin masuk. Meski visa untuk seluruh pemain akhirnya diberikan pada 5 Juni, hanya 10 hari sebelum laga perdana, sejumlah staf pendukung penting masih belum menerima dokumen tersebut.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menuding Washington melakukan “obstructionism” atau penghalangan. “Kami tidak tahu sejauh mana penghalangan Amerika akan berlanjut. Apa yang dilakukan Amerika mencerminkan niat buruk dan ketidaksetaraan antar tim,” ujarnya, dikutip ISNA. Taj juga menyebut pihaknya akan mengajukan protes resmi ke FIFA.

Seorang pejabat pemerintahan AS menegaskan bahwa visa yang diperlukan bagi Iran untuk bertanding sudah diterbitkan, termasuk untuk atlet dan staf pendukung. Namun ia menambahkan, “Kami tidak akan membiarkan tim Iran menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan dalih palsu.”

Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, Belgia di Los Angeles pada 21 Juni, dan Mesir di Seattle pada 26 Juni. Pertandingan tersebut akan ditayangkan di bioskop-bioskop Iran, menunggu persetujuan otoritas setempat.

Situasi ini menjadi unik dalam sejarah Piala Dunia, karena untuk pertama kalinya sejak 1930, negara tuan rumah menerima tim dari negara yang sedang berperang dengannya. Pemerintah Meksiko sebelumnya menyatakan bahwa tim Iran akan bermarkas di Tijuana dan melakukan perjalanan ke AS dengan visa multiple-entry, masuk sehari sebelum laga pertama dan dua hari sebelum laga berikutnya.

Taj menilai langkah AS “sungguh aneh” dan mengaitkannya dengan konflik yang sedang berlangsung. “Kami tidak tahu apa jenis masalah yang mungkin mereka buat di bandara. Mereka kalah di beberapa bidang karena perlawanan rakyat, dan kini mencoba melampiaskan frustrasi mereka di lapangan sepak bola,” ujarnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI