Gempa Dahsyat M 7,8 Guncang Filipina, 32 Tewas, Tsunami Sempat Ancam Asia

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 09 Juni 2026 | 03:49 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/Istimewa)
Ilustrasi. (SinPo.id/Istimewa)

SinPo.id -  Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin 8 Juni 2026, menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Gempa yang berpusat di lepas pantai Pulau Mindanao itu terjadi sekitar pukul 07.40 waktu setempat dan memicu peringatan tsunami di sejumlah negara Asia.

United States Geological Survey (USGS) mencatat gempa kuat tersebut diikuti serangkaian gempa susulan selama lebih dari satu jam. Philippine Institute of Volcanology and Seismology (PHIVOLCS) menyebut guncangan di General Santos, kota berpenduduk 722 ribu jiwa, masuk kategori “sangat kuat” dalam skala intensitas internal.

Video yang beredar menunjukkan bangunan tiga lantai yang menampung restoran cepat saji Jollibee ambruk menjadi puing, sementara sejumlah gedung lain mengalami kerusakan parah. Polisi melaporkan bagian dari St Elizabeth Hospital rusak berat sehingga pasien dan tenaga medis harus dievakuasi.

Seorang biarawati Katolik, Mary Ann Blanco Rhudy, menceritakan kepada Al Jazeera bahwa saat gempa terjadi mobil-mobil di jalan bergerak tak terkendali dan pepohonan bergoyang hebat.

“Mobil-mobil di jalan bergerak tidak terkendali. Saya beruntung mereka tidak saling bertabrakan,” ujarnya.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr segera mengaktifkan lembaga darurat, termasuk Office of Civil Defence dan National Disaster Risk Reduction and Management Council. Ia juga memerintahkan penutupan sekolah di wilayah terdampak, yang semula dijadwalkan memulai tahun ajaran baru hari itu. Menurut Philippine News Agency, sekitar 3,2 juta siswa dan 128 ribu guru serta tenaga pendidikan terdampak kebijakan tersebut.

Peringatan tsunami sempat dikeluarkan di Filipina, Indonesia, dan Jepang. Meski kemudian dicabut di sebagian besar wilayah, Japan Meteorological Agency tetap mempertahankan imbauan bagi pesisir selatan dan pulau-pulau terpencil agar warga menjauhi muara sungai serta kawasan pantai hingga kondisi benar-benar aman.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI