Komisi VII DPR Minta Kemenperin Berinovasi demi Perkuat Rupiah

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 08 Juni 2026 | 17:27 WIB
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh P Daulay (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh P Daulay (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menciptakan inovasi-inovasi baru untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Saleh menyatakan dampak dari situasi global yang saat ini terjadi jangan sampai membuat orang-orang yang punya uang dalam dunia usaha, justru berbalik mengambil uang dan membeli dolar AS yang menyebabkan dolar AS menjadi langka.

"Akibatnya yang terjadi adalah kenaikan kurs dolar. Dan itu apakah aman untuk Indonesia atau tidak, tentu akan bisa dijawab oleh Pak Menteri," kata Saleh saat menggelar rapat kerja bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di kompleks parlemen, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Legislator dari Fraksi PAN ini mengatakan bahwa Kemenperin bisa mengembangkan peta jalan untuk upaya-upaya pengembangan sektor perindustrian ke depannya. Bagaimanapun, kata dia, sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang sektor industrinya maju.

"Indonesia kan harus mengarah pada itu (kemajuan industri). Dan karena itu mungkin nanti Pak Menteri bisa terangkan kepada kami hal-hal seperti itu sehingga kita juga bisa memperkuat basis ekonomi kita dari sisi industri," katanya.

Selain itu, Saleh mengatakan Komisi VII DPR RI mendorong agar alokasi anggaran yang dimiliki Kemenperin bisa menciptakan industri baru dan inovasi-inovasi baru dalam sektor industri.

Dia menilai sejauh ini proporsi anggaran Kemenperin paling besar dialokasikan untuk Politeknik Perindustrian. Namun, Saleh menilai bahwa hal itu tidak secara langsung bersambung dengan penciptaan industri baru, melainkan hanya menyiapkan sumber daya manusia.

"Walaupun itu sangat-sangat sangat penting, tetapi tentu ini harus ditunjang dengan anggaran-anggaran lain di kedirjenan yang lain," kata dia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI