Pimpinan DPR: Kunjungan Kerja Luar Negeri Setiap Presiden Berbeda, Tak Bisa Dibandingkan

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 03 Juni 2026 | 16:12 WIB
Presiden Prabowo Akhiri Kunjungan Resmi Kenegaraan di Prancis (SinPo.id/Biro Setpres)
Presiden Prabowo Akhiri Kunjungan Resmi Kenegaraan di Prancis (SinPo.id/Biro Setpres)

SinPo.id - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyebut intensitas kunjungan ke luar negeri setiap Presiden tidak bisa sama. Kunjungan Kepala Negara satu dengan yang lain bahkan tidak bisa saling dibandingkan.

Demikian disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal yang mengkritik intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

"Kunjungan, intensitas kunjungan ke luar negeri, setiap pimpinan negara dalam hal ini Presiden itu tentu berbeda-beda, tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lain terkait dengan soal intensitasnya," kata Saan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 3 Mei 2026.

Saan mengatakan setiap negara memiliki urgensi masing-masing dalam hubungan dengan negara lain. Dia mengatakan pemerintah punya strategi dalam diplomasi.

"Iya, pertama saya ingin menekankan ya, setiap kepemimpinan di pemerintahan ini memiliki strategi dan urgensi masing-masing, terkait dengan soal diplomasi dan membangun hubungan baik dengan negara-negara sahabat," ucap dia.

Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini mengatakan kondisi global juga memengaruhi diplomasi Indonesia. Dia meminta agar intensitas kunker setiap Presiden tidak dibanding-bandingkan.

"Jadi urgensi, kepentingan, dan strategi tentu setiap pemerintahan itu berbeda. Dan itu juga terkait dengan situasi dan perkembangan serta dinamika global, baik situasi yang ada di dalam negeri maupun juga situasi dan dinamika yang ada dalam konteks global. Jadi tidak bisa dikomparasikan, oh seakan-akan ini banyak, enggak," tegas Saan.

Sebelumnya, Dino menyampaikan pandangan mengenai perjalanan Prabowo ke luar negeri melalui video yang diunggah di akun media sosialnya pada Sabtu, 30 Mei 2026. Dino menilai Prabowo sebagai kepala negara tersering melakukan perjalanan ke luar negeri sejak menjabat sehingga banyak menelan biaya.

"Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Semenjak menjabat menjadi Presiden, 1 dari 6 hari dihabiskan beliau di luar negeri dan tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran. Dan sangat tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan, Presiden Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tingginya," kata Dino.

Dino menilai kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar, termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi, serta berbagai biaya lainnya. Satu perjalanan ke luar negeri, menurut Dino, bisa menelan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI